Melemah di Barat, L'Oreal Bidik Pasar Kosmetik Halal Indonesia

(gomuslim). Perusahaan kosmetik raksasa asal Perancis, L'Oreal, saat ini tengah serius untuk meraup pangsa pasar kebutuhan para muslimah di Indonesia. Hal ini terjadi lantaran daya beli di dunia Barat yang belakangan cukup melemah.

Saat ini, produk tersebut sudah memiliki pabrik bersertifikat halal di Indonesia yang memasok pasar domestik dan negara tetangga di Asia Tenggara. Sebagian besar produk yang diproduksi di tanah air ialah produk-produk bermerek Garnier, mulai dari sabun pembersih wajah, krim pencerah kulit, dan produk-produk lainnya yang bersertifikat halal.

Industri produk-produk perawatan tubuh saat ini tren yang timbul sedang mengarah pada bahan-bahan herbal, sehingga dengan adanya aturan untuk membuat standart halal, yang notabene harus terbebas dari bahan-bahan yang diharamkan, seperti minyak babi dan lain sebagainya, produk-produk kecantikan dalam hal ini L’Oreal tidak menemui banyak kendala.

Akan tetapi, untuk mendapatkan sertifikasi halal tersebut diakui oleh juru bicara mereka sangat sullit. Misalnya, dalam proses pembuatan krim kulit untuk dipasarkan di Indonesia dengan bahan-bahan yang didatangkan dari seluruh dunia, dalam kasusu tersebut pasti otoritas Indonesia akan menanyakan bukti dari lembaga sertifikasi lain untuk masing-masing bahan. Hal itu diakui cukup merepotkan mengingat belum seulurh dunia menerapkan standar halal untuk sebuah produk.

Berdasarkan masalah-masalah yang terjadi berkenaan dengan sertifikasi halal, kemudian munculah DagangHalal.com yang berbasis di Malaysia. Hadirnya perusahaan tersebutdiakui telah membuat urusan sertifikasi halal menjadi lebih mudah. Pada kuartal I tahun ini saja sudah 38 dari lebih dari 120 lembaga sertifikasi di seluruh dunia telah mendaftar.

Industri situs e-commerce halal pun seiring berjalannya waktu mulai berkempang pesat. Pada tahun 2015 lalu, pendapatan e-commerce halal tercatat naik dari angka 5,6 juta ringgit Malaysia ($ 1.400.000) menjadi 64 persen pada pertengahan tahun ini.

"Sertifikasi Halal merupakan kebutuhan yang mungkin diberlakukan oleh negara-negara lain di masa depan," ujar Joerg Karas, general manager dari Schwan-Stabilo Kosmetik beberapa waktu lalu.

Menanggapi pola konsumen Indonesia di bidang kosmetik, seorang pengamat mengatakan, "Rata-rata konsumen Muslim di Indonesia tidak akan membeli sesuatu yang dilarang oleh pihak berwenang," kata Abdalhamid Evans dari perusahaan konsultan halal Imarat Konsultan.

Akan tetapi, lebih dari pada itu, pada umumnya, konsumen muslim lebih patuh terhadap nilai-nilai keislaman yang mereka anut. Terbukti dari hasil survey yang dilakukan, rata-rata dari mereka lebih memilih produk halal karena iman. "Beberapa (nilai-nilai) yang umum di negara-negara bahwa ada sekitar 90 persen dari konsumen Muslim mengatakan iman mempengaruhi pilihan merek mereka pilih,” ujar Alan Jope, seorang pengamat bidang kosmetik internasional.

Saat ini, industri kosmetik halal memang tengah gencar dilakukan oleh produk-produk kecantikan ternama dari berbagai negara, sebut saja produk-produk yang berasal dari Jepang, Korea, China, Brunei Darussalam, Perancis, Jerman, dan negara lainnya. (alp/dbs)


Back to Top