Jelang Puncak Haji, 237.583 Jemaah Haji Tanpa “Tashrih” Dipulangkan

(gomuslim). Memasuki tarwiyah dan wukuf di Arafah, pemeriksaan dokumen jemaah makin ketat. Sampai dengan Jumat (09/09/2016), banyak jemaah yang terkena sanksi karena tidak memiliki tashrih haji.  Berdasarkan keterangan dari Dinas Keamanan Haji, 237.583 jemaah haji dipulangkan karena tidak memiliki tashrih (izin haji). tidak hanya jemaah, 104.784 unit mobil juga ditahan dan dilarang memasuki area Tanah Suci karena tidak dapat menunjukkan izin masuk ke area Tanah Suci.

Pada dasarnya informasi terkait aturan membawa tashrih, telah disosialisasikan kepada para calon jemaah haji. Namun menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, banyak ditemui jemaah yang ingin melakukan ibadah haji tanpa tashrih. Seperti yang dilansir dari Koran Riyadh dan beberapa media Timur Tengah, ratusan ribu jemaah tersebut akan dipulangkan dan tidak dapat melanjutkan ibadah haji tahun ini.

Meski terdapat ratusan ribu jemaah yang dipulangkan, namun otoritas Saudi belum memberikan keterangan tentang nasib jemaah menjelang wukuf di Arafah. Namun berdasarkan informasi yang beredar di beberapa media setempat, mereka yang terbukti bersalah karena tidak membawa tashrih akan disidang di 36 Kantor Urusan Haji untuk proses penyelidikan.

Tashrih haji menjadi dokumen penting bagi jemaah, surat izin tersebut merupakan bukti bahwa jemaah diperbolehkan melakukan perjalanan haji secara resmi dan tercatat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah. Mayoritas jemaah haji yang terbukti melanggar, merupakan jemaah yang melakukan perjalanan melalui jalur darat. Sedangkan jemaah haji lokal (berasal dari Saudi) yang tahun ini melakukan ibadah haji, maka terlebih dahulu wajib mendaftar secara online di situs resmi Kemendagri Saudi.

Dengan mengisi formulir secara online, maka data jemaah akan terekam di Kemendagri Saudi dan tashrih pun dikeluarkan. Selanjutnya jemaah dapat mengunduh tashrih tersebut lantas mencetaknya. Tashrih yang diunduh dari situs resmi Kemendagri Saudi, merupakan dokumen yang sah untuk dapat dipergunakan bagi jemaah haji lokal.

Manakala jemaah Saudi tidak dapat menunjukkan data resmi termasuk tashrih, maka Otoritas Saudi akan memulangkan jemaah tersebut. Namun jika jemaah haji berasal dari luar Saudi tidak membawa dokumen resmi, maka otoritas Saudi tidak segan memulangkan jemaah tersebut.

Belum lama ini, 46 jemaah dipulangkan ke negara mereka setelah  diketahui membawa paspor dan visa palsu saat memasuki Bandara Internasional King Abdul Aziz. Namun bagi jemaah haji Indonesia dan negara lainnya, sistem e-track telah berlaku bagi mereka, yang mana pada sistem tersebut telah terpadu data resmi dari otoritas terkait. Mereka yang telah tercatat di e-track akan diberi gelang haji, lantas gelang ini menjadi identitas resmi jemaah haji. Jika gelang ini tidak dipakai maka jemaah dilarang untuk masuk ke area Tanah Suci. (fh/Alriyadh)

 

Baca juga:

46 Jemaah Haji Dideportasi……..


Back to Top