Haji 1437 H/ 2016 M

299 Jemaah Backpacker dan 'Overstay' Ditahan, Pemerintah Janji Turun Tangan Setelah Musim Haji

(gomuslim). Memasuki hari Tarwiyah atau sehari sebelum puncak hari di Arafah dilaksanakan, laporan terkini dari Media Center Haji di Mekkah menyebut sebanyak 191 Warga Negara Indonesia (WNI) diamankan pasukan petugas keamanan Kota Suci Mekkah Al-Mukarramah. Mereka ditangkap saat petugas melakukan razia ke sejumlah pemondokan berdasarkan informasi inteljen behwa telah bergerak calon Jemaah haji tanpa ‘tasrih’ atau izin berhaji. Selain itu juga terjadi penangkapan terhadap jemaah asal Indonesia lain dengan kasus berbeda-beda.

"Ini jemaah yang disebut backpacker dan tidak memiliki izin visa untuk haji," demikian dijelaskan Konsuler 3 KJRI Jeddah A.H Syaifuddin, Jumat malam (09/09/2016).

 

 

Dijelaskan lebih lanjut, sebagian dari mereka merupakan WNI overstayer. Kemudian mereka juga ada yang menggunakan visa terbatas dan visa kerja singkat. "Mereka sudah ditahan aparat dan akan proses deportasi karena melakukan pelanggaran izin tinggal dan izin haji," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang gomuslim kumpulkan dari staf Konjen RI di Jeddah, sebagian besar yang tertangkap itu adalah Tenaga Kerja Indonesia di Saudi yang melakukan perjalanan haji secara mandiri dan berkelompok yang dikoordinasi oleh agen lokal. Agen tersebut yang menyediakan tempat tinggal dan akomodasi lain selama di Mekkah.

“Banyak mukimin  atau warga negara Indonesia yang sudah lama tinggal di Saudi untuk bekerja pada musim haji melakukan perjalanan haji. Ada yang secara mandiri langsung bergabung dengan Jemaah lainnya, ada yang diurus agen haji setempat. Masalahnya saat ini terjadi pengetatan tasrih haji sehingga yang tidam mengurus permit haji akan dianggap illegal. Tahun-tahun sebelumnya tidak demikian,’jelas homestaff yang sudah 15 tahun di Jeddah ini.

Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut, secara keseluruhan ada 229 jamaah haji asal Indonesia yang tersangkut masalah hukum baru. Mereka kini ditahan di sebuah tempat di Arab Saudi yang jaraknya 50 kilometer dari Kota Makkah.  "Para WNI kita ditahan di satu tempat, tapi tempatnya antara perempuan dan laki-laki dipisah," ujarnya, di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (9/9).

Menurut Menlu, 229 jemaah haji yang ditahan tersebut memiliki masalah terkait status mereka. Ada yang tidak memiliki izin untuk menunaikan ibadah haji, ada juga yang masa izin berkunjung ke Arab Saudi-nya sudah habis alias overstay.  Pemerintah melalui Kedutaan Besar RI di Riyad akan turun tangan mengurus keberadaan mereka setelah musim haji tuntas. (mm)


Back to Top