Fasilitas Jemaah Haji di Mina Dinyatakan Siap, Pelayanan Tahun Ini Diklaim Lebih Baik dari Sebelumnya

(gomuslim). Pada hari tarwiyah, tercatat 1,6 juta jemaah haji berkumpul di Mina untuk bermukim di tenda. Sektor keamanan dan layanan lainnya telah disiapkan oleh otoritas Saudi. Persiapan telah dilakukan dini hari sebelum keberangakatan jemaah haji ke Mina.

Menurut Penasihat Gubernur Mekkah sekaligus Ketua Komite Persiapan Pelaksanaan Haji Dr. Hisyam Al Faleih, semua rencana eskalasi jemaah ke Mina telah diatur di bawah pengawasan langsung Gubernur Mekkah Pangeran Khalid Faishal yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Haji Pusat untuk Negara Saudi.

Menteri Haji dan Umrah Saudi Muhammad Shalih bin Thahir Bantan mengungkapkan, “Kesiapan untuk menerima jemaah haji di Mina sampai saat ini telah dilakukan dengan sistem terpadu. Semua aspek penunjang yang berkaitan dengan ritual haji seperti moda transportasi, logistik, pengelompokkan dan rencana keberangkatan. Selain itu upaya untuk memberikan arahan kepada jemaah di beberapa tenda juga telah dipersiapkan dengan baik, agar saat melempar jumrah nanti diharapkan tidak ada yang berebut dan terinjak-injak.”

Mengenai aspek keamanan, Direktur Tim Keamanan Publik Usman bin Nasir telah mempersiapakan tim keamanan untuk menjaga jemaah dalam hal pengamanan tenda dan juga lalu lintas perjanalan haji dari Masjidil Haram sampai ke Mina.

Kementerian Keadilan Saudi juga memberikan informasi terkait pelaksanaan haji, lembaga yang mengurus persoalan hukum ini, telah menyediakan 18 lokasi pengadialan khusus terkati pelaksanaan haji dan umrah terkait persoalan pelanggaran hukum selama di Mekkah, Mina dan Arafah.

Sementara itu, untuk tindakan cepat dari para medis, Departemen Kementerian Kesehatan telah menyediakan 25 rumah sakit untuk melayani jemaah haji. Pada setiap lokasi haji telah disediakan rumah sakit yang dapat menampung 5 ribu jemaah yang rawat inap dan 550 ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

Terkait pelaksanaan haji tahun ini, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin juga memberikan komentar, ia yang saat ini tengah berada di Mekkah melihat bahwa pelaksanaan haji tahun ini tergolong lebih baik. Tenda jemaah sebelum memasuki Mina  telah disiapkan oleh Komite Haji Saudi sesuai dengan jumlah yang tercatat.

Pada sisi lain, moda tranportasi haji untuk mengangkut jemaah dari Mekkah ke Armina juga telah disiapkan dengan jumlah yang memadai. Maka pada musim kali ini, seluruh jemaah haji dapat terangkut tanpa ada yang tertinggal.

Untuk diketahui, tarwiyah adalah melakukan perjalanan menuju Mina tanpa menggunakan angkutan atau harus dilakukan dengan berjalan kaki, tujuannya adalah untuk wukuf di Mina sebelum melanjutkan perjalanan ke Arafah. sekitar 12 ribuan jamaah Indonesia melakukan ritual ini dan telah berangkat pada sabtu pagi kemarin. Mereka berangkat dari Mekkah ke Mina dengan berjalan kaki sepanjang 14 km.

Pada dasarnya pemerintah tidak menganjurkan jemaah haji Indoneisa untuk melakukan tarwiyah karena dikhawatirkan jemaah kelelahan dan dapat mengganggu kondisi kesehatan fisik sebelum melakukan wukuf dan melempar jumrah di Arafah. Namun petugas haji Indonesia di Mekkah menuturkan bahwa, dalam pelaksanaan tarwiyah tidak ada jemaah yang sakit dan berusia lanjut yang melakukan ritual tersebut. (fh/almadina)


Back to Top