Haji 1437 H/ 2016 M

Saat Wukuf Hari Ini Perkiraan Suhu di Kisaran 45 Derajat Celsius, Untung Masih Banyak Pohon Sukarno

(gomuslim). Ahad hari ini (11/09/2016) seluruh Jemaah sedang berada di Arafah untuk melakukan ibadah wukuf yang disebut sebagai inti haji. Berdasarkan perkiraan cuaca hari ini, suhu udara berada di kisaran 40-45 derajat Celsius. Selama sehari kemarin,  tercatat suhu mencapai 43 derajat Celsius atau kira-kira panasnya sama dengan berada di jarak 20 CM dari kompor.

Untuk menghadapi panas ekstrim disertai angin kencang berdebu, jemaah disarankan banyak minum air, mengenakan masker basah, kaca mata hitam, dan tidak banyak berada di luar ruangan baik saat di Arafah maupun Mina.

“Jemaah  agar sering minum dan sedapat mungkin hindari jalan-jalan di tengah terik matahari,”imbau Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, dr Tjetjep Ali Akbar, Sabtu kemarin.

 



Seperti diberitakan Media Center Haji Kementerian Agama, selain banyak minum, Jemaah juga diharapkan memakai kacamata dan payung serta makan dan minum secara teratur untuk menjaga stamina.  Selain itu, Jemaah diimbau pula agar beristirahat cukup, tidak terkena sinar matahari langsung kecuali hanya saat benar-benar terpaksa.

“Untuk menghindari dehidrasi, pastikan agar cukup mengonsumsi air, setidaknya delapan gelas per hari. Bila memungkinkan, silakan mengonsumsi air zamzam. Jemaah juga diminta agar mewaspadai gejala dehidrasi, di antaranya adalah bibir kering, keringat berkurang, dan kerap mengantuk,”tambahnya.

Dehidarasi dapat menyebabkan efek beruntun mulai dari lemas, tidak sadarkan diri hingga kematian atau pada saat yang sama juga memicu timbulnya penyakit lain. Berikut ini beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan oleh kondisi alam Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina).

Pertama, seperti disebut di atas, cuaca panas Armina dapat menyebabkan dehidrasi hingga ‘heatstroke’. apabila Jemaah tidak mampu mengantisipasinya dengan cara minum air yang cukup dan teratur. Menghadapi cuaca panas yang terpenting adalah cairan harus benar-benar cukup. Cairan bisa didapat dari minum air yang teratur sejam sekali. Sekali minum jumlahnya satu gelas atau sekitar 250 cc. Atau, kita bandingkan dalam sehari itu sekitar delapan liter.



 

Kedua, terpaan angina berdebu berpotensi menimbulkan penyakit iritasi pada mata. Karena itu, Jemaah diimbau untuk memakai kaca mata hitam. Selain menghindarkan mata dari paparan langsung sinar matahari, kacamata juga bisa menjaga mata dari terpaan debu pasir Arafah.

Ketiga, panas berdebu menyebabkan penyakit radang pernafasan atau ISPA. Debu masuk ke hidung dan sebabkan infeksi seperti demam, batuk, pilek, dan sesak nafas. Cara mencegahnya dengan menutup hidung dengan masker yang diberi air. Menghindari kondisi-kondisi lapangan yang kemungkinan terpapar debu.

Padang Arafah memang sejak zaman Nabi Ibrahim merupakan hamparan pasir dan batu, demikian juga saat Nabi Muhammad malaksanakan haji. Lebih 1400 tahun kemudian, tepatnya sekitar tahun 1960-an Arafah mulai ditanami pepohonan dari Indonesia yang tahan panas. Penghijauan itu merupakan usul Presiden Sukarno yang kemudian direalisasikan sebagai sumbangan. Pohon-pohon itu sampai saat ini disebut dengan 'Pohon Sukarno' yang dapat mengurangi panas dan menahan angin berdebu. (mm/an)


Back to Top