Haji 1437 H/ 2016 M

Hari Pertama Lempar Jumrah, Jemaah Diingatkan Aturan Baru Ini

(gomuslim). Bersamaan dengan umat Islam di berbagai Negara merayakan Idul Adha, Jemaah haji yang sehari sebelumnya melaksanakan wukuf di Arafah, kemudian bergerak di malam hari melalui Muzdalifah menuju Mina, pada Senin pagi (12/09/2016) atau tanggal 10 Dzulhijjah melaksanakan rangkaian ibadah haji terberat berupa melempar jumrah.

Untuk ritual lempar jumrah, pada musim haji tahun 2016 ini pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan aturan baru dalam pengaturan waktu lempar jumrah.

Aturan baru tersebut seperti disiarkan Harian Okaz Kamis (25/08/2016), yaitu sebagai berikut:

  1. Pada hari pertama jemaah dilarang untuk melempar jumrah pada pukul 06.00-10.30.
  2. Pada hari kedua, larangan berlaku pada pukul 14.00-18.00
  3. Pada hari ketiga pada pukul 10.30-14.00 waktu setempat.

 

 

“Dengan aturan baru tersebut,  pada Senin pagi ini Jemaah dilarang melakukan kegiatan lempar pada pagi hingga siang, mohon agar diperhatikan pengaturan ini demi keamanan dan kenyamanan seluruh jemaah haji,”ujar Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia H Samidin Nasir, MM kepada gomuslim, Senin dini hari langsung dari Muzdalifah.

Padahal, jelasnya, menurut hukum fikih, pada hari pertama waktu utama melempar jumrah adalah tepat saat matahari terbit tersebut. “ Waktu Afdhal atau utamanya setelah terbit matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah,”tambah Sekjen Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia ini.

 Selain ada waktu utama, juga dikenal ada waktu Ikhtiar (pilihan), yaitu dilakukan setelah tergelincir matahari atau ‘bakda zawal’ sampai terbenam matahari dan  ada juga waktu ‘Jawaz’ (diperbolehkan) mulai lewat tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah sampai terbit fajar tanggal 11 Dzulhijjah.

“Tentang keutamaan di pagi hari, pilihan di siang atau sore dan dibolehkannya melempar di malam hari ini sudah disepkati para ulama sejak dulu berdasarkan hadis Nabi. Oleh karena kebanyakan Jemaah mengejar waktu utama dalam melempar, akibatnya sering terjadi musibah berdesak-desakan hingga makan korban. Hal ini tidak dikehendaki lagi sehingga diatur jadwal lempar jumrahnya,”ujar Pengasuh Pesantren Tahfidz Alquran di daerah Banyumas ini.

Seperti diketahui, Kementerian mengaku telah menyepakati prosedur baru dalam penerapan waktu lempar tersebut dengan pihak Tawafa dan perusahaan haji yang mengurusi jemaah haji dari semua negara.

Wakil Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Hussain Al-Sharif, mengatakan kapasitas total area Jamarat dan jalan-jalan menuju itu adalah sebanyak 300 ribu jemaah per jam. Pengelompokan Jemaah juga akan dilakukan secara elektronik dan terus dipantau untuk mencegah bentuk pelanggaran apapun.

"Prosedur ini akan memungkinkan jemaah untuk melempar batu dengan mudah dan akan mencegah insiden injak menginjak yang mungkin timbul karena penumpukan jemaah," katanya. 

Melontar jumrah dilaksanakan pada Tanggal 10,11,12,13 Dzulhijjah yaitu melontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Disebut-sebut, kegiatan melempar jumrah ini paling menguras tenaga karena perkemahan Jemaah dari Indonesia termasuk jauh dari jamarat, dan harus kembali selama tiga hari.

Jemaah haji Indonesia kloter pertama yang dijadwal kembali ke tanah air lebih awal umumnya mengambil nafar awal, langsung tawaf ifadhah dan sa’i, tahallul dan bersiap tawaf wada’ untuk kemudian terbang ke tanah air. (mm)


Back to Top