Lombok Butuh ‘Tour Guide’ Berbahasa Arab dan Cina Untuk Wisatawan Muslim

(gomuslim). Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) makin serius mengembangkan konsep pariwisata halalnya. Tapi di sisi lain, Pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Nusa Tenggara Barat mengungkapkan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan asal Timur Tengah ke NTB serta predikat wisata halal yang diperoleh tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah pramuwisata yang menguasai bahasa Arab dan China.

Ketua HPI NTB Ainudin mengatakan jumlah pramuwisata Nusa Tenggara Barat yang menguasai bahasa Arab dan Bahasa China hingga kini jumlahnya sangat minim. Menurutnya, saat ini jumlah keanggotaan HPI berkisar 700 orang, tersebar di seluruh wilayah kabupaten atau kota se-Nusa Tenggara Barat, dengan penguasaan berbagai bahasa, di antaranya China, Inggris, Arab, Jerman, Korea, Spanyol.

Ainudin juga menambahkan berbagai upaya dilakukan HPI untuk membangun sektor pariwisata. Berbagai program sudah dijalankan, salah satunya program bersih pantai dan berbagai daerah wisata, bekerjasama dengan berbagai pemerintah kabupaten atau kota.  Akan tetapi, dirinya menuturkan, persoalan lain yang muncul adalah adanya pramuwisata ilegal di destinasi wisata yang seringkali merugikan wisatawan. Untuk itu, pihaknya berharap ada rancangan peraturan Gubernur tentang pramuwisata yang mengatur tentang tata cara menjadi pramuwisata yang beretika dan memberikan pelayanan dengan baik kepada wisatawan.

Selain itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Dr M Zainul Majdi mengatakan pihaknya terus mendorong menyediakan sarana prasarana serta infrastruktur penunjang kepariwisataan di daerah NTB. Kata Zainul, pariwisata adalah satu kesatuan utuh yang butuh dukungan, sinergi dan tanggung jawab semua pihak untuk keberhasilannya, mulai dari pemerintah hingga tatanan masyarakat.

Sebelumnya, Lombok dan Sofyan Hotel Group berhasil memenangkan World Halal Travel Awards (WHTA) 2015 yang diselenggarakan di Abu Dhabi, UEA, 19-21 Oktober 2015. Lombok berhasil meraih dua penghargaan sekaligus yaitu World's Best Halal Tourism Destination dan World's Best Halal Honeymoon Destination, sedangkan Sofyan Hotel Group menjadi yang terbaik dalam kategori World’s Best Family Friendly Hotel.

Seperti dilansir dari publikasi Pesona Indonesia, pemenang untuk kategori halal travel & tourism tersebut didapat melalui voting yang diadakan sejak September lalu. Tercatat sebanyak 41 ribu orang telah menyumbangkan suaranya.

Pada nominasi World's Best Halal Honeymoon, Lombok berhasil menyingkirkan Abu Dhabi (UEA), Antalya (Turki), Kirabi (Thailand) dan Kuala Lumpur (Malaysia). Lalu pada World’s Best Halal Tourism Destination, Abu Dhabi (UEA), Amman (Yordania), Antalya (Turki), Kairo (Mesir), Doha (Qatar), Istanbul (Turki), Kuala Lumpur (Malaysia), Marrakech (Maroko) dan Teheran (Iran). Sementara itu, untuk World’s Best Family Friendly Hotel, Hotel Sofyan mengungguli Adenya Hotel & Resort (Turki), Alanda Hotel, Marbella Angel Peninsula, Turki Armed Forces Officers Club & Hotel Abu Dhabi (UEA) dan Gloria Hotel Dubai (UEA). (fau/pesonaindonesia/dbs)


Back to Top