Minang Saiyo Kembangkan Perekonomian Islam di Australia

(gomuslim). Baru-baru ini, komunitas yang beranggotakan para perantau asal ranah Minang di negeri Kangguru membuat sebuah program baru dalam kegiatan Islam di negeri tersebut. Mereka adalah Komunitas suku Padang, Sumatera Barat yang bernama “Minang Saiyo” di Australia bertekad membangun perekonomian yang kuat bagi umat Islam di Australia, khusunya bagi warga negara Indonesia.

Pada suatu kesempatan, founder komunitas Minang Saiyo Ikhsan Zakir menyatakan komunitas Minang di Australia sudah ada sejak adanya program pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Australia dalam program pengembangan sumber daya manusia sebagai hasil dari Kolombo Plan 1950. Kata Ikhsan, sejak saat itu, banyak para pemuda Minang yang bersekolah di Australia. Mereka kemudian mendapat status warga tetap (permanen resident) oleh pemerintah Australia. Mereka membawa keluarga ke negeri ini dan sampai sekarang sudah generasi ke tiga.

Mayarakat Padang sangat kental dengan aqidah Islamnya. Menurut Ikhsan, jika menyebut nama Minang, sudah bisa dipastikan mereka pasti Muslim, sama seperti Aceh misalnya. Namun, tambah Ikhsan, yang menjadi ciri khas Minang selanjutnya adalah kemampuan untuk berwirausaha. Minang sangat terkenal dengan masakannya. Hal ini bisa menjadi kelebihan sekaligus tantangan untuk mengembangkan dakwah melalui pengembangan ekonomi bagi warga Indonesia di Australia ini.

Saat ini program komunitas Minang Saiyo banyak tersebar di beberapa distrik di Sydney, seperti di Willey Park, Lakemba, Bankstone, Chamsie, Punchbowl, Tempii, West Sydney, dan wilayah lainnya. Diperkirakan mereka bisa mencapai lebih dari 50 persen warga negara Indonesia yang ada di Sydney. Minang Saiyo suga memiliki komunitas di Melbourne, ibukota negara bagian Victoria, Australia.

Adapun, kontribusi Minang Saiyo yang didirikan tahun 1982 memang sangat besar yang juga termasuk dalam pendidikan. Bahkan kini anggotanya tidak sedikit yang bergelar S-2 dan bahkan ada yang S-3 alias doktor. Benny Baharudin misalnya, meski berusia masih sangat muda, merupakan penyandang PhD bidang Ilmu Kekebalan Virus Hepatitis C. 

Kini, Muslim Australia sangat majemuk. Pada Sensus 2006, menurut data dari Indonesia Embassy tercatat lebih dari 340.000 Muslim di Australia, di mana dari jumlah tersebut sebanyak 128.904 lahir di Australia dan sisanya lahir di luar negeri. Selain migran dari Libanon dan Turki, negara asal Muslim lainnya adalah Afganistan 15.965, Pakistan 13.821, Banglades 13.361, Irak 10.039, dan Indonesia 8.656.

Dalam tiga dasawarsa terakhir, banyak Muslim bermigrasi ke Australia melalui program pengungsi atau kemanusiaan, dan dari negara-negara Afrika seperti Somalia dan Sudan.  Masyarakat Muslim Australia saat ini sebagian besar terkonsentrasi di Sydney dan Melbourne.

Sejak dasawarsa 1970an, masyarakat Muslim telah membangun banyak Masjid dan sekolah Islam dan memberi sumbangsih yang dinamis terhadap rajutan multi-budaya masyarakat Australia. (fau/dbs)


Back to Top