‘Global Islamic Economy Summit 2016’ Akan Bahas Tren Ekonomi Islam di Dunia

(gomuslim). Setelah perhelatan World Halal Tourism Summit 2016 yang batal penyelenggaraannya karena masalah keamanan, masih ada satu lagi event yang memberi harapan. Event tersebut adalah Global Islamic Economy Summit (GIES) yang akan membicarakan tren ekonomi dunia Islam akan tetap berlangsung pada tanggal (11-12/10/2016). GIES akan diselenggarakan di Medinat Jumeirah, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).  Seperti dilansir dari publikasi Halalfocus, GIES yang mengusung tema Inspiring Change ini akan dikelola oleh Dubai Chamber of Commerce and Industry dan Dubai Islamic Economy Development Center bersama dengan Thomas Reuters sebagai mitra strategis.

Pada event GIES tahun ini akan ada enam sesi plenary dengan topik besar yang membahas dinamika global yang membentuk ekonomi. Ada pula subyek yang lebih spesifik tentang finansial dan sukuk dalam Islam.  Sebagai tambahan, pertemuan itu juga akan didiskusikan secara paralel sektor perekonomian Islam dari produk halal, modest fashion atau busana Muslim, pariwisata keluarga dan seni Islami. Sesi ini akan lebih bersifat praktis dengan mencari solusi yang bisa berkesinambungan untuk menghadapi tantangan ekonomi Islam. 

Ketua Dubai Chamber dan anggota tim Dubai Islamic Economy Development Centre Majid Saif Al Ghurair mengatakan faktanya para pemimpin yang berpengaruh, pembuat keputusan dan para ahli ekonomi akan bertemu di Dubai untuk GIES hanya untuk membuktikan posisi Emirat sebagai ibukota sesungguhnya dari ekonomi Islam.

"Ini merefleksikan usaha luar biasa dari Dubai untuk memperkenalkan konsep dan mekanisme ekonomi Islam. Tema besar pertemuan ini memang luas dan sangat terbuka untuk diskusi tentang berbagai komponen ekonomi Islam. Diharapkan akan ada solusi inovatif untuk menjawab tantangan yang dihadapi ekonomi global saat ini dan menghasilkan pembangunan berkelanjutan," kata Ghurair.

Selain itu, Chief Executive Officer di Dubai Islamic Economy Development Centre Abdulla Mohammed Al Awar mengatakan pertemuan tahun ini akan membahas tema dan isu strategis yang relevan dengan kebutuhan stakeholder lokal dan internasional untuk memetakan masa depan ekonomi global yang bukan hanya milik Islam. Kata Abdulla, mengingat sektor ekonomi berdampak besar pada budaya ekonomi global, GIES 2016 akan menjelaskan banyak hal. Pihaknya yakin dengan memperbarui pemahaman akan berbagai sektor ekonomi akan memberikan akan menguntungkan masyarakat, terutama kaum muda.

Abdulla Awar juga yakin dengan kejernihan akan pemahaman yang besar akan ada pula penghargaan yang besar pula. Hal itu akan menginspirasi orang untuk mengadopsi prinsip moral dari model ekonomi yang unik ini.  Selain itu, Nadim Najjar managing director Mena Thomson Reuters mengatakan perubahan ekonomi ke industri yang syariah akan menjadi pendorong baru untuk pertumbuhan bagi ekonomi Muslim dan non-Muslim di seluruh dunia. (fau/halalfocus/dbs) 


Back to Top