Haji 1437 H/ 2016 M

Diketahui dari Twitter, Duta Besar Inggris untuk Saudi Ternyata Sedang Berhaji

(gomusim). Keberangkatan Duta Besar Inggris untuk Arab Saudi Simon Collins ke tanah suci Mekkah mendapat perhatian dunia. Ia dan istri tercatat sebagai  duta besar Inggris di Saudi yang pertama kali menunaikan ibadah haji pada tahun 2016 ini.

Keberadaan Colli dan Huda Mujarkech di  antara hampir dua juta Jemaah haji seluruh dunia itu diketahui pertama kali pada Rabu hari ini (14/09/2016) melalui Twitter yang diunggah oleh  Fawziah Al Bakr, seorang pekerja sosial dari Saudi yang  sudah lama berinteraksi denga Dubes tersebut.

Wajah duta besar muslim dari Inggris ini memang  tidak asing lagi di kalangan diplomat dan awak media Saudi, sebab selain seorang muslim, ia kerap muncul di tengah publik sebagai seorang pejabat Negara. Terlebih ketika ada keterangan langsung bahwa foto 'bule' itu adalah duta besar Inggris dan istri.

"Duta besar Inggris pertama di Kerajaan yang menunaikan haji usai menjadi mualaf: Simon Collis dan istrinya Huda di Makkah," tulis Al Bakr di Twitter, dikutip dari Alarabyah hari ini.

Tidak hanya di-twitt, ternyata diplomat ini  membalas kicauan itu dengan berterima kasih kepada Al Bakr karena membagi kabar tersebut.

Sebenarnya Collis belum lama menjadi  duta besar Inggis  untuk Arab Saudi, yaitu baru setahun setengah atau tepatnya sejak Januari 2015. Namun ia merasa tidak asing lagi dengan dunia Arab karena sebelumnya ia ditempatkan di Doha, Baghdad dan Damaskus, dan sejumlah negara lain.

Collin juga diketahui melakukan sebagian  tugasnya selama ini di sekitar Timur Tengah, Asia Barat, dan Asia Selatan seperti Pakistan dan Negara sekitarnya.

Jika menilik sejarah perjalanan haji, sesungguhnya dari tahun ke tahun ada saja pejabat kedutaan Negara-negara Barat yang menunaikan ibadah haji. Seratus tahun lalu juga ada seorang orientalis Belanda yang mahir berbahasa Arab, ditugasan di Konsulat Jenderal Hindia Belanda (Indonesia) di Jeddah. Ia adalah Snouck Hurgronge yang saat berhaji menggunakan nama Abdul Gafar, kemudian dipindahtugaskan ke Jakarta sebagai penasehat urusan Islam dan Pribumi. (mmsrb)


Back to Top