Begini Cara Sukses Jepang Gaet Wisatawan Muslim

(gomuslim). Konsep pariwisata halal dalam beberapa tahun terakhir ini memang sedang naik daun. Beberapa negara mulai gencar melakukan promosi paket perjalanan wisata untuk menjamu para turis muslim. hal tersebut juga dilakukan oleh negara dengan muslim minoritas, sehingga persaingan sektor pariwisata dunia pun semakin variatif. Salah satu yang sukses menggaet wisatawan muslim  adalah Jepang.  Untuk menarik wisatawan halal dari Timur Tengah saja misalnya Jepang sejak tahun lalu telah mempermudah aturan tentang visa bagi sejumlah negara, termasuk Uni Emirat Arab dan Yordania.  Meski kemudian aturan untuk tiap negara berbeda-beda. Misalnya wisatawan Emirat bisa bolak-balik ke Jepang dengan visa multiple-entry yang berlaku selama tiga tahun. Sementara wisatawan Yordania diberbaskan dari biaya visa.

Shusaku Hinoki pemandu wisata dari perusahaan swasta Freeplus Jepang mengatakan saat ini Jepang sedang berusaha terbuka untuk para wisatawan asing, khususnya muslim. hal itu berkaitan dengan ada sejumlah gerakan dengan menyajikan makanan halal untuk para Muslim di Jepang.

Banyak cara dilakukan Jepang untuk menggenjot dunia wisatanya, terutama pula dengan mengkapitalisasi Olimpiade 2020 di mana negara tersebut akan menjadi tuan rumah. Dengan ajang Olimpiade saja, diharapkan akan ada satu juta orang yang mengunjungi Jepang, atau peningkatan empat persen dari jumlah total wisatawan saat ini, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 18,7 persen pada 2020 berdasarkan perkiraan dari Crescent Rating. Upaya lain Jepang menarik minat wisatawan adalah dengan memberlakukan bebas visa bagi Indonesia, Malaysia dan Thailand. Cara ini diharapkan bisa meningkatkan 65 persen wisatawan Muslim dari Asia Tenggara.


Dengan peningkatan jumlah turis Muslim tersebut, Jepang juga meningkatkan berbagai fasilitas dan layanannya. Sebagai bukti data Muslim Friendly Travel Index yang di keluarkan Crescent Rating, Jepang mengalami peningkatan kualitas dari 3,9 pada 2013 menjadi 4,5 pada 2014 dengan nilai tertinggi 10.  Indikasi peningkatan ini adalah dari tren TFK Corporation, katering untuk pesawat di Tokyo. Perusahaan tersebut baru-baru ini menginvestasikan US$ 530 ribu untuk meningkatkan fasilitas di bandara internasional Narita dengan makanan bersertifikat halal untuk sejumlah penerbangan. Sementara app ponsel Halalminds diluncurkan oleh orang Indonesia untuk membantu Muslim melokasikan produk halal di Jepang.

Bagi mereka yang melakukan perjalanan ke Jepang, ada sejumlah operator yang berdedikasi untuk menawarkan liburan yang didesain khusus untuk Muslim, misalnya saja Miyako International Tourist Company, yang berpusat di kota Hiranoku di Osaka Prefecture yang telah menawarkan wisata halal sejak 2012. Selain itu, program ini juga diperkuat dengan tour guide yang mumpuni untuk melayani wisatawan muslim untuk berkeliling Jepang.

Tak hanya itu, sejumlah agen perjalanan juga menawarkan paket yang menarik untuk Muslim, misalnya paket Tokyo-Osaka Muslim Tour 6 Days dari Japan Oriental Tours. Selain penginapan selama lima malam mereka juga menawarkan kemudahan untuk shalat dan mendapatkan makanan halal. Sementara agen perjalanan lain, Hatobus menawarkan perjalanan dua kali dalam sepekan pada Minggu dan Jumat dengan katering yang halal.  Ada lagi Aladdin Tour yang mengajak wisatawan ke Imperial Palace, lalu ke Jalan Nakamisa pusat belanja yang ada sejak abad ke 17, lalu ke Kaminarimon Gate hingga kuil Budha Senso-ji. Makan siang diselenngarakan di restoran halal Malay Asian Cuisine. Setelah makan turis diajak ke Tokyo Tower, Tokyo Camii, masjid bergaya Ottoman Turki dan pusat kebudayaan Turki. Pada  akhir perjalanan, wisatawan diajak ke Shibuya Excel Hotel. Sebagaimana makanan halal, tur tersebut juga termasuk jadwal dan tempat untuk melakukan sholat.

Analis pasar wisata halal dan CEO HalalTrip Singapura Fazal Bahardeen mengatakan hanya beberapa tahun lalu, Jepang tidak terlalu dikenal di kalangan wisatawan Muslim. Terutama karena sulitnya mencari makanan halal. Namun dengan peningkatan kesadaran  akan kebutuhan wisatawan Muslim, semakin banyak makanan halal yang bisa ditemukan di hotel dan restoran di Jepang. Hal itu meningkatkan pemahaman bahwa Jepang menjadi negara yang lebih Muslim-friendly bagi para wisatawan dari Timur Tengah  dan Asia Tenggara, terutama dari Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Selain itu, seperti dilansir dari publikasi HalalLifeStyle, Pemerintah Jepang mendorong berbagai usaha lokal kecil untuk menyediakan produk dan layanan bagi wisatawan Muslim dengan memberikan subsidi dana dan kemudahan mendapatkan sertifikat halal. Reem El Shafaki Senior Associate di DinarStandard, perusahaan riset strategi pertumbuhan pasar yang berpusat di New York dan memiliki kantor cabang di Dubai tersebut menjelaskan bahwa hasil dari pertumbuhan jumlah wisatawan Muslim ke Jepang, dorongan pemerintah Jepang pada usaha kecil untuk menyediakan produk dan layanan untuk Muslim adalah peningkatan jumlah agen perjalanan yang Muslim-friendly.  Namun dia yakin tak semua Muslim ingin mengunjungi Jepang karena peduli pada agen perjalanan yang menawarkan hal tersebut, terutama melalui media sosial dan video marketing.

"Cara khusus yang paling efektif untuk mempromosikan wisata yang ramah Muslim adalah dengan bekerjasama dengan para influencer yang memiliki pengikut yang sangat besar seperti para blogger travel dari negara-negara target. Selain itu, publisitas yang kurang pas bisa menjadi penghalang bagi wisatawan Muslim untuk datang dan Jepang mungkin bisa melakukannya lebih baik," tambah Reem El Shafaki.

Sejak tiga tahun terakhir, Jepang mulai menggencarkan pariwisata halal untuk memikat lebih banyak pengunjung muslim ke Jepang. Selain wisatawan dari Timur Tengah, ada peningkatan jumlah wisatawan Muslim ke Jepang dari sejumlah negara Asia Timur pula, misalnya dari Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan data dari Japan National Tourism Organisation (JNTO), jumlah wisatawan dari Indonesia meningkat dari 63.617 pada 2009 menjadi 136.797 pada 2013 dan jumlah wisatawan dari Malaysia ke Jepang meningat dari 89.509 pada 2009 menjadi 176.521 pada 2014. Sementara berdasarkan data JNTO pula hanya 59.909 turis dari Timur Tengah, termasuk 14.816 turis dari negara anggota Gulf Cooperation Council yang mengunjungi Jepang pada 2014.

Lebih dari itu, banyaknya penduduk asing yang beragama Islam dan juga jumlah muslim Jepang yang terus meningkat adalah adalah alasan lain untuk pertumbuhan sektor ini. Meskipun hanya tumbuh di sebagian kecil dari 126 juta jiwa penduduk Jepang, komunitas muslim di Jepang menjadi salah satu komunitas yang berpengaruh bagi perkembangan ekonomi di negeri sakura tersebut.

Direktur Japan Muslim Association Toshio Endo mengatakan bahwa meskipun tidak ada data kuat untuk fiksasi jumlah umat Islam di negara ini, pihaknya memperkirakan populasi Muslim Jepang sekitar 150.000 orang dan 10 persen dari mereka adalah penduduk asli Jepang. Untuk itu, wisata halal menjadi sangat berkembang di Negara ini. Apalagi sebanyak 70 Masjid tersebar di seluruh Jepang dan kebanyakan berada di Kota ini, serta kota-kota besar lain seperti, Fukuoka, Kyoto, Kobe, Osaka, Nagoya, Sapporo dan Sendai. (fau/dbs)


Back to Top