Haji 1437 H/ 2016 M

Aturan Baru Lempar Jumrah Dinilai Efektif Hindari Desakan, Delapan Jemaah Wafat di Mina

(gomuslim). Hingga Rabu hari ini (14/09/2016), berdasarkan data yang dipublikasikan Siskohat Kemenag RI, setelah menjalankan wukuf di Arafah kemudian melempar jumrah di Mina, sebanyak delapan jemaah haji tercatat wafat sehingga total jumlah Jemaah haji Indonesia yang wafat secara keseluruhan terhitung sejak mendarat di Saudi menjadi 120 orang.

Jemaah yang wafat di Mina tersebut dan bukan akibat berdesakan saat lempar jumrah karena saat ini prosesi lempar jumrah berjalan dengan baik setelah ada aturan baru dari pemerintah Arab Saudi. Sudah tidak ada arus massa yang tidak terkendali hingga bertabrakan seperti tahun 2015 lalu. Hal ini disampaikan Kepala Satuan Tugas Operasional Petugas Haji Indonesia di posko Mina Nasrullah Jasam, Rabu pagi waktu Arab Saudi.

Dijelaskan lebih lanjut, saat memasuki hari tasyrik kedua ini, tercatat jumlah jemaah yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) berjumlah 280 orang, juga terdapat 14 jemaah yang kondisinya tidak memungkinkan dirawat di klinik kemudian dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Media Center Haji dari Mina, dilaporkan bahwa pada hari ketiga lempar jumrah ini situasi makin teratur karena Jemaah telah memahami aturan baru terkait penjadwalan yang ditetapkan pemerintah.

"Untuk hari ketiga lontar jumrah alhamdulillah sudah lebih teratur," tambah Nasrullah Jasam. Keteraturan ini dapat menghindari benturan dan desak-desakan antar Jemaah seperti sering terjadi sebelumnya, bahkan tidak jarang menimbulkan korban jiwa.

Tahun ini tidak ada laporan Jemaah wafat karena berdesak-desakan saat melakukan lempar jumrah. Itu  karena aturan baru yang diterapkan praktis dapat memobilisasi Jemaah secara teratur berdasarkan jadwal yang ditentukan.

Adapun  delapan Jemaah haji Indonesia yang dilaporkan wafat tersebut mayoritas meninggal di klinik dan rumah sakit karena sakit bawaan yang kambuh dan sejenisnya.

Agar ketertiban terjaga, Nasrul berharap seluruh Jemaah haji, terutama Jemaah haji Indonesia agar memahami dan mematuhi aturan, terutama terkait waktu-waktu larangan yang sudah dikeluarkan oleh ‘muassasah’.

Aturan baru tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pada hari pertama jemaah dilarang untuk melempar jumrah pada pukul 06.00-10.30.
  2. Pada hari kedua, larangan berlaku pada pukul 14.00-18.00
  3. Pada hari ketiga pada pukul 10.30-14.00 waktu setempat.

“Juga kita terus berkordinasi dan memantau agar jemaah yang memilih nafar awal, bisa melaksanakan sesuai jadwal maktab,”pungkasnya. Nafaw awal adalah istilah untuk Jemaah yang memilih menyelesaikan ritual lembar lebih awal, sementara nafas akhir atau ‘tsani’ untuk mereka yang menyempurnakan lempar jumrah hingga hari terakhir. (mm)


Back to Top