Makin Berkembang, Ini Alasan Kosmetik Halal Tak Hanya Digemari Konsumen Muslim

(gomuslim). Pasar kosmetik kini sudah mulai merambah konsep halal di beberapa negara. Apalagi prediksi pasar produk kecantikan halal akan meningkat hingga 15 persen dalam lima tahun ke depan. Para ahli mengatakan bahwa peningkatan permintaan perangkat perawatan kulit akibat tumbuhnya orang muda, konsumen yang berpendidik yang peduli akan lingkungan, kesejahteraan hewan dan memiliki nilai seperti tanggung jawab sosial. hal tersebut dikatakan oleh Ahli Kosmetik Dermatologi dan Bedah Laser Dr. Apatrim Goel.

Menurut Dr. Apatrim Goel, produk perawatan dan kosmetik yang halal adalah semua yang tak mengandung alkohol atau turunannya, juga tidak mengandung bahan dari hewan yang dibunuh bukan dengan cara yang halal. Halal berarti diperbolehkan namun tak jarang diterjemahkan sebagai memenuhi kaidah hukum. Produk kosmetika yang tidak mengandung babi, darah hewan atau campuran alkohol dianggap sebagai produk halal. Berbagai aturan ketat lain adalah menjaga kebersihan dan kesucian secara syariah dari alat-alat yang digunakan saat perawatan, sampai material yang digunakan tak boleh berbahan yang membahayakan untuk manusia.

"Produk kosmetik alami yang bersertifikat halal sebenanrya dibuat secara khusus untuk komunitas yang mengikuti hukum syariah Islam, namun kini banyak pula yang menggunakannya karena berbagai kelebihan itu," kata ahli dermatologi Dr. Soma Sarkar seperti dilansir ari publikasi Timesofindia.

Manufaktur produsen kosmetika yang ingin bersertifikat halal harus mengikuti berbagai standar yang ketat dalam hal penanganan, pengemasan, pelabelan, distribusi dan penyimpanan. Hal ini tak hanya berlaku untuk kosmetika dan perawatan kulit yang baru muncul, tapi bahkan juga berbagai merek produk kecantikan terbesar dunia saat ini mulai melirik pasar produk halal ini.

Perkembangan produksi kosmetik halal pun semakin mendapat tempat di beberapa negara muslim minoritas. Salah satunya cukup berkebmang di negeri sakura. Momo Hime, brand kosmetik yang diproduksi oleh perusahaan Jepang bernama PBJ. Produk kecantikan ini mulai dijual sejak (3/03/2016) dan ditujukan bagi para muslim di Jepang. Namun, tak hanya terbatas pada umat muslim saja, produk kosmetik ini juga terkenal di kalangan konsumen non muslim.

Dengan pengalaman selama 80 tahun berkutat dengan penjualan buah dan sayuran, PBJ baru memutuskan beberapa tahun kemudian untuk memproduksi sari buah persik untuk kesehatan dan kecantikan. Apalagi, nama Momo Hime sendiri itu berarti ratu buah persik yang memiliki keistimewaan aroma buah peach. Pihak PBJ menilai hal ini akan membuat perempuan merasakan suasana rileks seperti ekstak buah peach yang berfungsi untuk moisturizing dan antibacterial.  Produk ini pun dikemas dalam packaging berdekorasi gambar buah persik dan bunga sakura yang imut dan menarik yang disesuaikan dengan selera perempuan seluruh dunia.

Adapun produk kecantikan Momo Hime ini tersedia dengan beragam varian, di antaranya pembersih wajah, lotion pelembab, dan gel cream. Pembersih wajah dijual dengan harga 1.780 yen, lotion pelembab 1.980 yen, dan gel cream 1.980 yen (semua harga belum termasuk pajak). Selain itu, dalam waktu dekat, PBJ berencana untuk meluncurkan berbagai produk lain seperti white essence (pemutih kulit), BB cream, cleansing gel, dan night cream yang tentu dengan mengantongi sertifikasi halal.

Tidak hanya Jepang, lewat brand Cosmax Inc., Negeri Ginseng juga mengembangkan pabrik untuk pembuatan material kosmetik halal. Kini, Korea Selatan sudah memproduksi 50 produk bersertifikat halal di pabrik Jakarta, Indonesia dan sedang menyiapkan upaya untuk menangkap pasar kosmetik halal global makin berkembang. Perusahaan tersebut memimpin dalam beradaptasi dengan standar halal dengan menjadi produsen kosmetik Korea pertama yang menerima sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), salah satu dari tiga lembaga sertifikasi halal besar dunia pada Maret 2016. Sebagaimana dilansir dari publikasi HalalFocus, perusahaan ini menerapkan standar produksi berupa kosmetik halal yang harus dilakukan tanpa surfaktan, senyawa silikon, antiseptik, babi yang diturunkan kolagen dan ekstrak alkohol.

Untuk di Indonesia, produksi kosmetik halal tumbuh subur dengan kehadiran banyak pilihan brand. Publikasi Halhalal memberika rekomendasi produk kosmetik  untuk muslimah Indonesia, yaitu produk yang telah lulus uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sudah  bersertifikasi halal MUI, seperti empat produk favorit muslimah Indonesia, yaitu Wardah kosmetik and skin care, Caring Colours by Martha Tilaar, Mustika Ratu, dan Viva cosmetic. (fau/dbs)

 


Back to Top