Menteri Kesehatan Saudi: Jemaah Haji Tahun Ini Bebas dari Wabah Penyakit

(gomuslim). Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini secara keseluruhan dinyatakan berjalan lebih baik dari sebelumya. Tidak hanya dari segi pengaturan jemaah di area jamarat Mina, namun pada tahun ini Menteri Kesehatan (Menkes) Saudi  Dr. Taufiq bin Fauzan Ar Rabi’ah menyampaikan bahwa jemaah haji bebas dari wabah penyakit berbahaya.

Dalam konferensi pers Rabu (14/09/2016) di Rumah Sakit Mina, Rabi’ah menjelaskan, “Kami memuji Allah atas karunianya yang besar, jemaah haji yang menjalan rukun Islam yang kelima berlangsung aman dan selamat (dari wabah penyakit),” ujar Menkes Saudi

Selanjutnya Rabi’ah juga menyampaikan bahwa petugas Kementerian Kesehatan telah mendapat dukungan dan instruksi langsung dari Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz untuk mengintensifkan pelayanan kesehatan terhadap jemaah haji. Oleh karena itu upaya pencegahan penyakit menular dari awal kedatangan jemaah telah dilakukan dengan maksimal, sehingga pelaksanaan haji tahun ini berlangsung dengan kemudahan tanpa ada masalah wabah penyakit.

Meski demikian Rabi’ah menyatakan bahwa Departemen Kesehatan Saudi tetap menyiagakan 25 rumah sakit di Mekkah dan area Tanah Suci, 108 posko kesehatan, 26 ribu petugas kesehatan, dan juga rumah sakit darurat dengan kapasitas 20 tempat rawat inap dan 10 posko kesehatan di Arafah.

Sebelum jemaah haji memasuki Mekkah dan area Tanah Suci lainnya, kesehatan jemaah haji telah diperiksa. Manakala ditemukan jemaah yang mengidap penyakit menular maka langsung dibawa ke rumah sakit secara terisolasi agar tidak mewabah ke jemaah lainnya. Namun pada musim haji tahun ini, hal tersebut tidak terjadi.

Ketika diisukan virus Mers Corona akan mewabah, namun pada kenyataannya hal tersebut tidak terbukti. Meski demikian, tidak dapat dielak bahwa ada pula jemaah haji yang wafat di Tanah Suci pada musim tahun ini. Namun berdasarkan pemeriksaan medis, sebab kematian jemaah bukan karena virus berbahaya yang menyerang. Kebanyakan jemaah yang meninggal dunia disebabkan karena penyakit dalam yang telah lama diidap.

Terkait dengan hal tersebut, jemaah haji yang pada dasarnya berasal dari berbagai usia, beberapa di antara mereka mengidap penyakit seperti hipertensi, jantung, dan lainnya. Namun penyakit yang banyak diidap bukanlah penyakit menular yang dapat menyebar secara sporadis di kalangan jemaah haji.

Tentu terbebasnya jemaah haji tahun ini dari virus penyakit yang dikhawatirkan, merupakan suatu anugerah dari Allah yang patut disyukuri. Selain itu intensitas pelayanan kesehatan jemaah haji dari seluruh negara, juga berperan dalam membantu kelancaran penyelenggaraan haji yang bebas dari wabah penyakit. (fh/ajel/Alriyadh)


Back to Top