'Indonesia Modest Wear' Makin Berkibar di Dunia Fashion Internasional

(gomuslim). Tren busana muslim Indonesia atau biasa dikenal Indonesia modest wear belakangan mulai mendapat tempat dan semakin populer bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Untuk di dalam negeri, kini brand-brand pendatang baru yang fokus pada kategori modest wear mulai banyak bermunculan, salah satunya brand Zelmira yang besutan empat siswi SMK NU Banat, Kudus. Untuk pasar luar negeri, baru-baru ini, beberapa brand kenamaan Indonesia berpartisipasi dalam event fashion akbar internasional.

Brand-brand tersebut adalah Zelmira, Runthing, dan Ali Charisma, yang berhasil pukau Publik Asia’s Fashion Spotlight di Hongkong. Event akbar tersebut diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) yang berpengalaman selama 50 tahun dalam mengorganisir eksibisi, konferensi, maupun program terkait fashion tingkat internasional. Ajang ini diikuti oleh 200 exhibitor dari 20 negara, 30 fashion show dari beragam brand internasional, dan mengundang buyer dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Korea, China, Taiwan, Jepang, India, Australia, Saudi Arabia, Amerika, dan Eropa.

Khusus untuk brand Zelmira, Pujian publik internasional berdatangan terhadap koleksi busana karya siswi-siswi SMK NU Banat tersebut. Salah pujian tersebut datang dari Alexander Geyman, salah satu editor majalah fashion dari Amerika Serikat, yang menyanjung karya mereka sebagai salah satu koleksi busana paling berkelas dan tampil berbeda dibandingkan dengan berbagai label fashion internasional lainnya.

“Apa yang mereka tampilkan ini sangat berbeda. Sangat berkelas dan sophisticated. Mereka menampilkan identitas yang sangat kuat dalam koleksi busananya,” ungkap Alexander usai mengunjungi booth Zelmira di Center Stage, Asia’s Fashion Spotlight, Hongkong, beberapa hari yang lalu.

Dalam acara tersebut, brand Zelmira menampilkan busana gaya urban modest wear yang dipadukan dengan penggunaan kain batik serta bordir yang kental dengan nuansa khas Indonesia. Selain itu, Zelmira menjadi satu-satunya exhibitor yang mengangkat modest fashion wear di ajang ini.

Editor majalah Focus ini mengaku terkejut ketika mendapati bahwa desainer di balik koleksi Zelmira adalah para siswi tingkat sekolah menengah yang baru berusia 16-17 tahun. Sebagai fashion editor dengan pengalaman yang panjang di industri fashion dunia, Alexander mengagumi koleksi busana yang kental dengan identitas dari mana mereka berasal. Melihat potensi dari keempat siswi SMK tersebut, Alexander mendorong mereka untuk terus berupaya menembus industri fashion dunia.

“Saya sudah sering melihat fashion show di berbagai negara, termasuk koleksi busana bergaya muslim. Namun apa yang mereka tampilkan ini berbeda. Tidak seperti desainer pada umumnya yang bergaya eropa dan semua hampir sama karakternya,” ujarnya.

Sejak hari pertama, koleksi busana Zelmira sukses memukau seluruh pengunjung yang hadir di Grand Hall Center Stage Hongkong. Seluruh seat dipenuhi para buyer dan trader fashion mancanegara. Berbeda dengan label fashion lainnya, koleksi busana Zelmira sangat lekat nuansa etnik dari budaya Indonesia. Tema “Revive” yang mereka usung terinspirasi dari Menara Kota Kudus yang bersejarah dan bangunan Gerbang Kudus Kota Kretek.

Setali tiga uang, desainer modest wear lainnya, sukses memukau ribuan pasang bola mata yang hadir dalam acara New York Fashion Week (NYFW) memenuhi ruangan The Dock, Skylight Moynihan Station, New York, pada awal September ini. Ajang ini juga sekaligus menjadi saksi bisu bahwa untuk pertama kalinya desainer Indonesia berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Dengan tema D’Jakarta, Anniesa menampilkan 48 koleksi busana terdiri dari 38 busana ready to wear dan 10 busana gaun malam. Dengan gaya modest muslim, karya Anniesa menjadi primadona dalam acara fashion paling bergengsi di New York, yang melambungkan nama desainer Michael Kors, Marchesa dan Betsy Johnson.

Kehadiran Anniesa memang cukup mengejutkan. Anniesa diundang karena karya-karya Anniesa awalnya hanya dikenal dikalangan industri Couture Fashion yang digelar di kota yang sama.

“Pertama, aku show di Couture Fashion Week, aku ikut sampai dua atau tiga kali. Ada Event Organizer dari Couture Fashion Week menyarankan untuk maju ke ajang yang lebih bergengsi lagi yaitu New York Fashion Week The Show. Artinya, ini adalah main show dari seluruh rangkaian Fashion Week. Ini top levelnya”, ujar Anniesa yang melihat New York mempunyai pasar industri muslim yang bagus.

“Setelah melihat karya aku sebelumnya di New York Couture Fashion dengan tema Pearl Asia, produser dari New York Fashion Week sangat tertarik. Lalu kita diajak ikut kurasi, presentasi dan sebagainya. Hasilnya, di luar dugaan, mereka sangat senang karena menurut mereka ini adalah pertama kali pertama modest wear ada di New York Fashion Week”, kata Anniesa yang mulai menjual rancangannya di butik Indonesia Fashion Gallery (IFG) di kota New York.

“Saya tidak mengenal desainer ini. Tapi saat melihat koleksi rancangannya, luar biasa. Sangat indah. Saya sangat menyukai kombinasi warna biru dan detilnya," kata kritikus dan kurator fashion, Megan Gallhehar dari majalah Global Glam.

Mengikuti pameran fashion yang bertemakan modest wear memang bukanlah yang pertama kali diikuti oleh Anniesa Hasibuan. Sebelum Couture Fashion Week fan New York Fashion Week, Anniesa Hasibuan bersama rekan seprofesinya, Zaskia Sungkar dan Vivi Zubedi, berpartisipasi dalam acara Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago yang untuk pertama kalinya menyelenggarakan ajang promosi dengan tema Remarkable Indonesia Fair (RIF) 2016; Fashion Show and Trade Show, bertempat di Continental Ballroom, Hotel Hilton, Chicago, Amerika Serikat (AS).

Kini, namanya bisa disandingkan dengan nama-nama besar lainnya dalam jagat fashion dunia, seperti Jenny Packham, Dennis Basso, Nicole Doswell, David Serero, dan nama-nama lainnya.

NYFW sendiri diperkenalkan pertama kali pada tahun 1943 oleh produser fashion Elanor Lambert dengan tujuan menjadikan New York sebagai kiblat fashion dunia, menyaingi Paris dan Milan.

Pada tahun 2001 franchise NYFW dibeli oleh IMG, sebuah perusahaan manajamen hiburan di New York yang semakin melambungkan nama NYFW dengan sponsor besar seperti Mercedes Bens, Lexus dan sebagainya. Sejak itu NYFW menjadi mimpi para desainer untuk bisa tampil karena di ajang ini seluruh buyers dari gerai toko retail hadir seperti DKNY, Fallon, Michael Kors dan lainnya. (alp/dbs)


Back to Top