Ekonomi Saudi Lesu, Pemerintah Usul Perpanjangan Masa Umrah dari 8 Jadi 10 Bulan dalam Setahun

(gomuslim). Pendapatan Negara Arab Saudi non minyak bersumber dari kunjungan jemaah haji atau umrah dan juga kunjungan wisata dari turis mancanegara. Sementara itu, harga minyak dunia saat ini terus merosot dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga kunjungan wisatawan atau jemaah yang melakukan ibadah haji maupun umrah menjadi sumber pendapatan potensial bagi Saudi.

Mengamati hal tersebut, Komite Pemerintah Saudi menyarankan kepada pihak-pihak terkait agar masa pelaksanaan umrah diperpanjang menjadi 10 bulan dalam setahun. Sebelumnya pemerintah Saudi menetapkan bahwa pelaksanaan umrah dalam setahun hanya berlangsung selama 8 bulan.

Sebagaimana yang dilansir dari Daral Akhbar, Komite Pemerintah Saudi yang dibentuk oleh pejabat pemerintahan setempat, mengusulkan bulan Muharram dan Syawal masuk dalam musim umrah tahunan. Hal ini diusulkan setelah adanya analisa yang dilakukan oleh Komite Pemerintah Saudi terkait peningkatan pendapatan negara dari sektor kunjungan jemaah.

Sebagai penopang perekonomian Saudi, maka dalam visi 2030, jumlah jemaah umrah ditargetkan mencapai 30 juta orang  dalam setahun. Sampai saat ini, jumlah pengunjung umrah setiap tahunnya baru mencapai 8 juta orang. Menurut usulan Komite Pemerintah Saudi, jumlah jemaah umrah dapat meningkat manakala Pemerintah Saudi menambahkan 2 bulan sebagai bagian dari musim umrah.

Selain penambahan waktu, berbagai pengurus obyek wisata diharapkan mendukung rencana ini untuk dapat meningkatkan perekonomian. Lembaga pemerintah ini juga megusulkan agar Pemerintah Saudi mengoptimalkan museum Islam  terbesar dengan standar internasional dan membentuk upaya pemiliharaan tempat pariwisata di Saudi termasuk memperkenalkan kepada umat tentang peradaban Islam.

Hal ini dinilai oleh Komite Pemerintah Saudi dapat meningkatkan pendapatan negara secara signifikan. Namun sekarang ini Pemerintah Saudi hanya menyediakan pelaksanaan umrah 8 bulan dalam setahun, maka dalam target 30 juta pengunjung setahun diprediksi sulit terwujud. Meski demikian, usulan ini masih dibahas dan Pemerintah Saudi belum memberikan keputusan resmi terkait dengan usulan dan kritik yang disampaikan oleh Komite Pemerintah.

 Adapun mengenai penerbitan visa umrah akan dilakukan mulai bulan Shafar sampai akhir bulan Ramadhan. Selain itu visa umrah yang diterbitkan hanya berlaku untuk tinggal selama 1 bulan di Saudi. Jika melebihi waktu yang telah ditentukan maka pihak imigrasi akan menindak pemegang visa tersebut.

Mengenai sanksi yang ditetapkan, Departemen Imigrasi akan menjatuhkan sanksi denda sebesar SAR 50 ribu. Selengkapnya mengenai informasi ini dapat dibaca: Sanksi Penyalahgunaan Visa Umrah.

Jika usulan yang diajukan oleh Komite Pemerintah Saudi disetujui, maka intensitas keberangkatan umrah dari sejumlah negara akan meningkat setiap tahunnya. Namun pada sisi lain, Pemerintah Saudi kiranya perlu meningkatkan standar pelayanan dan keamanan untuk jemaah  umrah selama berada di Arab Saudi.

Sejalan dengan hal tersebut, jemaah yang berkunjung ke Arab Saudi semestinya tidak diberatkan dengan sanksi denda yang besar manakala terjadi overstay. Pasalnya mereka yang berkunjung ke negara ini, dapat membantu untuk meningkatkan perekonomian Arab Saudi di tengah anjloknya harga minyak dunia. (fh/DA)


Back to Top