Organisasi Sosial Mekkah: 5.300 Hewan Kurban Dibagikan dalam Bentuk Daging Kurban Beku di Hari Tasyriq

(gomuslim). Penyelembelihan hewan kurban yang dimulai pada 10 Dzulhijjah telah dilakukan oleh otoritas terkait. Selanjutnya daging kurban yang telah dipotong-potong dengan ukuran tertentu dibekukan dan didistribusikan oleh Organisasi Sosial Mekkah mulai hari tasyriq kedua.

Hewan kurban sebanyak 5.300 ekor yang disembelih berasal dari sumbangan Islamic Development Bank (IDB). Pada hari tasyriq kedua,  daging kurban tersebut dibekukan dan dibagi ke bebarapa masyarakat yang berhak menerima. Pemerintah Saudi menetapkan fakir, miskin, janda yang suaminya wafat dan anak-anak yatim sebagai pihak yang paling berhak menerima daging kurban.

Menurut Direktur Organisasi Sosial Mekkah Abdullah bin Abdul Math’i An Nafa’i menyatakan bahwa daging beku yang disiapkan  telah sampai tadi pagi kepada keluarga yang berhak. Pembagian daging kurban pada hari tasyrik kedua (12 Dzulhijjah), berlangsung baik dan tersalurkan kepada keluarga yang yang telah ditentukan berdasarkan kelayakan penerima.

Aparat keamanan juga dilibatkan untuk menjaga ketertiban dalam prosesi pembagian daging kurban ini. Komisi distribusi daging hewan kurban, telah memeriksa lemari es yang digunakan untuk membekukan daging kurban dan tidak ada kendala dalam proses pembekuan dan distribusi. Meskipun terjadi antrian panjang, namun pembagian berlangsung secara lancar dan sesuai dengan Standar Opersianal Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Untuk diketahui bahwa hewan kurban yang disediakan untuk disembelih pada 10-13 Dzulhijjah  berasal dari IDB, para dermawan Arab Saudi dan juga jemaah haji. Sebelum Idul Adha, Pemerintah Saudi siap menerima 3 juta hewan kurban yang terdiri dari kambing, sapi dan unta. Hewan-hewan kurban tersebut diimpor dari Australia, Selandia Baru, Somalia, Sudan dan negara Amerika Latin.

Dari tahun ke tahun IDB kerap membantu penyediaan hewan kurban di Saudi, khusus untuk jemaah haji dan juga warga Saudi. Adapun daging kurban didistribusikan ke masyarakat sekitar Tanah Suci dan ada juga yang didistribusikan ke sejumlah negara Muslim dalam bentuk daging beku.

Namun demi kesehatan masyarakat yang menerima daging kurban, Pemerintah Saudi menolak hewan kurban yang telah tiba di Pelabuhan Islam Jeddah, jika hewan tersebut dinyatakan mengalami sakit atau terkena virus. Sehingga negara pengekspor hewan kurban harus bertanggung jawab manakala hal ini terjadi.

Standar kelayakan hewan kurban di Arab Saudi, berdasarkan pernyataan Kingdom's General Presidency of Religious Research, hewan tersebut tidak boleh sakit, buta, kelihatan lumpuh dan kurus. Standar yang telah ditetapkan oleh otoritas Saudi ini bersifat baku dari tahun ke tahun, dengan demikian hewan kurban yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan harus dinyatakan aman untuk dikonsumsi. (fh/MN)


Back to Top