Haji 1437 H/ 2016 M

Gunakan 'Water Detector', Tas dan Koper Berisi Air Zam-Zam Akan Dibongkar atau Ditahan

(gomuslim). Sejumlah Jemaah haji dari berbagai Negara telah menyelesaikan ritual haji, termasuk Jemaah haji dari Indonesia bersiap kembali ke tanah air. Sedikitnya ada  8 kloter yang akan kembali ke Tanah Air pada Sabtu ( 17/09/2016). Yang perlu diperhatikan, tahun ini akan dilakukan pengetatan pemeriksaan barang bawaan ke pesawat, antara lain yang dilarang adalah menyelendupkan oleh-oleh paling diburu, yaitu air zam-zam ke dalam tas dan koper. Seluruh jemaah haji telah disiapkan air zam-zam oleh maskapai Garuda dan Saudia.

Sebelum berangkat ke bandara, jemaah harus sudah penimbangan barang bawaan (koper) 48 jam sebelum penerbangan dan jika terjadi kelebihan akan dibongkar atau dikurangi. Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan saat penimbangan barang di pemondokan.

 

 

Hal ini dilakukan karena karena pada tahun ini ‘check in’ barang akan langsung dilakukan di bandara, tidak lagi di Madinatul Hujjaj. "Karena tahun ini ada perubahan tidak ada lagi city check in, maka semua barang akan dikirim langsung ke bandara. Kalau di bandara, artinya barang tersebut akan dicek oleh pihak keamaanan Arab Saudi," ujar Arsyad Hidayat.

Menurut Arsyad, kalau ‘city check in’ dilakukan di Madinatul Hujjaj (transit atau tempat singgah sebelum penerbangan), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menempatkan petugas untuk memeriksa barang. Jika ada barang yang terlarang dan dianggap berbahaya, maka petugas  langsung membuka koper dan mengeluarkannya.

"Kalau sekarang tidak. Dengan pola seperti ini, maka Arab Saudi yang akan menentukan, barang ini sesuai aturan atau tidak. Kalau tidak sesuai aturan akan langsung dikeluarkan mereka," ujar Arsyad.

Dengan pola ini, Arsyad mengaku khawatir kalau pihak keamanan Saudi memutuskan untuk menahan koper yang memasukkan air zam-zam dalam koper. Jika demikian, lanjut Arsyad, maka ada dua kemungkinan: pertama, delay pesawat karena koper membongkar koper yang membawa air zam-zam, dan kedua, koper tidak diangkut sehingga jemaah pulang ke Tanah Air tanpa barang bawaannya. Di bandara saat ini tersedia water detector untuk keamanan penerbangan dari cairan yang terlarang dibawa ke pesawat.

 

 

Untuk itu, PPIH terus mensosialiasikan agar jemaah tidak membawa barang terlarang dalam koper, termasuk air zamzam. Pemeriksaan barang akan dilakukan dengan ketat bersamaan dengan penimbangan barang di pemondokan dan akan diulang di Bandara.

"Kami akan rapat kembali dengan pihak Saudi dan Garuda terkait penimbangan barang. Kira-kira kalau mereka bisa menyediakan water detector di pemondokan tempat jemaah menimbang bagasi, ini akan lebih baik," harap Arsyad.

"Jadi sebelum barang diangkut ke bandara, sudah steril dari barang terlarang, termasuk air zam-zam. Jika ini bisa dilakukan akan lebih baik. Mudah-mudahan bisa disanggupi oleh maskapai," imbuhnya. Kalau tidak sanggup, Arsyad memastikan kalau petugas akan secara ekstra dan ketat untuk memastikan jemaah steril dari barang terlarang dengan membongkar koper dan tas.

Kepulangan Jemaah haji tahap pertama pada 17 September 2016 ini melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah. Jemaah harus sudah diberangkatkan ke bandara 10 jam sebelum ‘take off’, sesuai ketentuan Arab Saudi, minimal 6 jam sebelum take off, jemaah haji sudah ada di bandara. Tahun lalu, pengecekan barang bawaan jemaah haji Indonesia paling lama karena hampir setiap koper ditemukan selundupan botolan air zam-zam. Tidak kurang 3,5 ton yang disita.

 

 

Pengetatan ini dilakukan karena mayoritas Jemaah haji Indonesia menyusupkan botolan air zam-zam ke dalam koper dan tas yang tidak diperkenankan dalam penerbangan. Untuk kebutuhan air zam-zam, baik Garuda maupun Saudia telah menyediakan paket zam-zam yang diberikan di debarkasi masing-masing. (mmmch)


Back to Top