Bandara Jeddah Mulai Padat, 18.664 Orang Jemaah Haji dari Berbagai Negara Telah Pulang ke Kampung Halaman

(gomuslim). Usai melakukan seluruh rukun haji, jemaah dari beberapa negara telah meninggalkan Tanah Suci. Berbagai persiapan di bandara telah dilakukan dengan baik, sehingga jemaah dapat dilayani sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Pada Kamis, (15/09/2016), Sampai pukul 20:00 WSA, tercatat sebanyak 18.664 orang jemaah haji telah meninggalkan Arab Saudi melalui jalur darat, laut dan udara. Petugas imigrasi yang memeriksa paspor pun telah dikerahkan di sejumlah titik keluar-masuk Arab Saudi.

Direktur Jenderal Imigrasi Saudi Sulaiman bin Abdul Aziz Al Yahya memantau langsung proses pemeriksaan paspor yang dilakukan anggotanya di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAA) Jeddah. Sampai saat ini pemeriksaan berlangsung lancar, jemaah pun siap menunggu moda transportasi yang mengantarkan mereka ke kampung halamannya.

Ungkapan terimakasih disampaikan oleh Dinas Imigrasi Saudi melalui Yahya, ia menyatakan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini terbilang berjalan lancar atas kerjasama berbagai pihak. Selanjutnya kepulangan jemaah haji akan diikuti oleh rombongan lainnya.

Dalam inspeksi yang dilakukan oleh Yahya, tidak ada hal-hal negatif yang ditemukan terkait pelayanan pemeriksaan imigrasi di Bandara KAA Jeddah. Ia juga menyempatkan diri untuk mengetahui kesulitan yang dialami anggotanya dalam menjalankan tugas, namun sampai saat ini semua prosesi kerja keimigrasian berlangsung lancar tanpa ada kendala.

Adapun jemaah haji asal Indonesia, akan diberaktkan esok hari tepatnya pada Sabtu, (17/09/2016). Rombongan jemaah haji yang akan diberangkatkan ke Indonesia adalah jemaah kloter pertama dari berbagai daerah di Tanah Air.

Selanjutnya jemaah lainnya, ada yang masih melakukan umrah dan rekreasi usai melaksanakan ibadah haji. Mereka menetap di Saudi sampai habisnya masa tinggal yang ditetapkan pada visa haji. Tentu jemaah haji tidak boleh melebihi batas waktu tinggal di negara ini (overstay). Jika hal tersebut dilakukan maka otoritas Saudi akan menindak tegas para pelanggar aturan tersebut.

Pada kloter pertama, pemulangan jemaah haji Indonesia dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang Garuda dan Saudia Airlines dari Bandara KAA Jeddah. Selanjutnya, pemulangan jemaah dapat dilakukan di Bandara AMAA Madinah.

Panitia Haji Indonesia di Arab Saudi telah menyiapkan berbagai persiapan untuk kepulangan jemaah haji. Jika terjadi delay penerbangan, panita telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada dasarnya, suatu hal yang sangat penting dalam pemulangan jemaah haji adalah keselamatan jemaah dari tempat berangkat sampai ke tujuan. (fh/MN)


Back to Top