Yang Konvensional dalam Stagnasi, Hotel Syariah Makin Berkembang

(gomuslim). Maraknya bisnis hotel dan restoran di beberapa daerah membuat arah pembangunan serta segmentasi hotel dan restoran di Indonesia menjadi monoton. Baru-baru ini, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah menyerukan bahwa hotel-hotel baru harus memiliki segmentasi berbeda dari hotel yang sudah ada untuk menghindari persaingan tidak sehat.

"Khusus untuk di Kota Semarang, kami menyambut baik keinginan Wali Kota mengenai memperbolehkan hotel baru masuk Semarang selama segmentasi berbeda dari hotel yang sudah ada," kata Ketua PHRI Jawa Tengah Heru Isnawan di Semarang, Jumat (16/9/201.

Ia mengakui bahwa, langkah tersebut penting dilakukan mengingat akhir-akhir ini semakin banyak hotel baru yang masuk ke Jawa Tengah khususnya Semarang dan Solo. Bahkan, dalam waktu dekat ini akan ada beberapa hotel berbintang yang masuk ke Kota Magelang. Tidak menutup kemungkinan kondisi ini juga akan terjadi di beberapa kota lain di Jawa Tengah. Padahal, seharusnya hotel berbintang tidak harus ada di setiap daerah.

"Seharusnya antara daerah satu dengan yang lain saling menguntungkan, misalnya kalau hotel di Semarang kan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tamu yang akan melakukan perjalanan ke Kendal, Demak, maupun daerah-daerah sekitar," katanya.

Kondisi tersebut juga berlaku di Solo. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Solo Raya dapat memanfaatkan hotel yang ada di Solo. Dengan demikian, pembangunan hotel di Jawa Tengah tidak sampai menjamur seperti yang mulai terlihat akhir-akhir ini.

Dengan kondisi tersebut, jelaslah bahwa segmentasi menjadi sebuah keharusan dengan urgensitas yang tinggi di tengah-tengah pembangunan seperti sekarang ini. Salah satu segmentasi yang tengah berkembang dengan pesat saat ini adalah segmentasi khusus berbasis syariah, semisal hotel berbasis syariah, halal food, halal trip, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan muslim need.

Untuk ketersediaan hotel, Jawa Tengah sebetulnya sudah mulai meramaikan industry syariah dengan bermunculannya hotel-hotel di Jawa Tengah yang berbasis syariah, seperti Akbar Hotel Syariah (Banyumas), Hotel Aziza Solo (Surakarta), Hotel Eastparc (Yogyakarta), Hotel Grasia (Semarang), Riez Palace Hotel (Tegal), dan hotel-hotel lainnya.

Maka dari itu, para pengembang diharapkan dapat berpartisipasi meramaikan perkembangan industry syariah di Indonesia guna mendongkrak popularitas hotel syariah itu sendiri serta mendongkrak inovasi di tengah-tengah persaingan yang sengit di bidang jasa perhotelan.

Saat ini, populasi muslim di Indonesia diperkirakan ada sekitar 180 juta orang muslim, yang semakin hari kesadaran terhadap penerapan sistem syariah semakin meningkat. Hal itu pada akhirnya berimbas pada berbagai sektor industry syariah yang juga meningkat, seperti perbankan syariah, asuransi syariah, halal food, halal trip, dan lain sebagainya. (alp/dbs)


Back to Top