Jadi Target Sosialisasi, Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah Bidik Guru

(gomuslim). Pasca pelaksanaan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XV pada 6 - 8 September 2016 lalu, rupanya tingkat kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah belum juga membaik. Padahal, dalam acara tersebut terdapat penyelenggaraan workshop perbankan syariah untuk Guru/Tenaga Pengajar Tingkat Sekolah Menengah Atas/Sederajat (GPT-SMA) di wilayah kota Mataram yang bertujuan meningkatkan kompetensi para guru di daerah tersebut agar bisa membantu OJK dalam mensosialisasikan ekonomi syariah.

Walaupun demikian, pelaksanaan FREKS kemarin tetap diharapkan dapat membantu membangun opini publik, utamanya untuk warga NTB tentang keuangan syariah. Untuk memaksimalkannya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah NTB menilai tetap diperlukan sosialisasi kepada masyarakat tentang keuangan syariah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan wilayah NTB Yusri mengatakan masyarakat harus bisa menepis ketakutan untuk bertransaksi melalui layanan keuangan syariah. Menurutnya, layanan keuangan syariah merupakan salah satu fasilitas yang dapat digunakan masyarakat untuk menjalankan syariat Islam dengan lebih baik.

"Kenapa mesti takut. Sebenarnya syariah sama saja dengan konvensional. Ini kan fasilitas yang diberikan kepada masyarakat agar yang ingin dapat menjalankan ibadahnya dengan lebih baik," ujar Yusri di Mataram, kemarin.

Menurutnya, potensi keuangan syariah di NTB cukup besar lantaran NTB memiliki basis masyarakat muslim yang cukup besar, yakni sekitar 96 persen warganya beragama Islam. Ditambah dengan keterlibatan NTB dengan berbagai program pemerintah, salah satunya wisata halal Indonesia, seharusnya keuangan syariah di NTB bisa lebih baik dari yang ada.

"Perlu kami sosialisasikan kepada masyarakat agar menjadi lebih paham dan tidak ragu dalam menggunakan fasilitas tersebut," ujar Yusri.

Yusri menambahkan perbedaan istilah antara layanan keuangan konvensional dengan syariah membuat masyarakat menjadi belum paham tentang konsep syariah yang ditawarkan. Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan sosialisasi dan juga pemaparan tentang layanan keuangan syariah untuk masyarakat NTB.

Berbicara tentang keuangan syariah, saat ini, sedikitnya ada 220 program studi syariah yang tersebar di 160 perguruan tinggi di seantero Indonesia. Dari jumlah itu, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjelang pertengahan tahun 2016, SDM yang terlibat di industri perbankan syariah terus meningkat. Jumlah pekerja bank umum syariah (BUS) mencapai 41.393 orang di akhir 2014, meningkat menjadi 51.413 orang pada akhir 2015 dan menjadi 50.732 orang pada menjelang pertengahan 2016.

Adapun jumlah pekerja di unit usaha syariah (UUS) bank mencapai 4.425 orang pada akhir 2014, menjadi 4.403 orang pada akhir 2015 dan meningkat menjadi 4.357 orang pada menjelang tahun 2016. (alp/dbs)

 

 


Back to Top