Begini Cara Sukses Makanan Halal Jadi Populer di Negeri Paman Sam

(gomuslim). Produksi makanan halal menjadi semakin meningkat seiring dengan gaya hidup halal yang sedang naik daun. Tak hanya berkembang di negara-negara muslim mayoritas, makanan halal kini juga diadopsi para pelaku kuliner makanan di negara-negara berpenduduk muslim minoritas. Salah satunya adalah di Negeri Paman Sam yang dari tahun ke tahun industri makanan halal menjadi semakin populer di negeri tersebut.

Beberapa tahun belakangan ini, kuliner halal semakin dikenal dalam bisnis makanan di Amerika Serikat, seperti contohnya di Chicago. Hal tersebut tak lain disebabkan oleh banyak masuknya para imigran Muslim ke Amerika Serikat. Medil Reports Chicago melaporkan Chicago dan daerah sekitarnya menunjukkan tanda peningkatan ketersediaan daging halal, misalnya, Devon Avenue yang mempunyai beberapa toko penjual bahan makanan dan restoran yang memakai daging halal.

Salah satu pelaku usaha produk halal di Amerika Serikat Shahed Amanullah mengatakan dulu hanya bisa menemukan 200 tempat yang benar-benar menyajikan makanan Halal pada tahun 2008. Saat itu dia meluncurkan website yang membantu Muslim di Amerika untuk menemukan makanan halal. Tapi kini dia berhasil mendata 7.600 makanan halal. Menurutnya kini dengan mudah makanan Halal bisa ditemukan di pinggir jalan, bahkan di kalangan mereka yang curiga pada Muslim.

Kata Shahed, pada awalnya mengadopsi konsep retail produk Halal sangatlah sulit, karena banyaknya kritik terhadap Islam. Dia bahkan sampai mengatakan website karyanya yang mestinya digunakan untuk pencarian produk Halal sering digunakan untuk mencari produk apa yang akan di boikot. Meski ada kalanya pula ada orang-orang yang menyerang websitenya akhirnya malah menolongnya. Ada pola khas dari budaya makanan di Amerika, mulai dari makanan yang berstatus khusus etnis hingga menjadi mainstream.

Pada beberapa sektor dalam rantai makanan di Amerika Serikat, makanan Halal telah mengisi ceruk pasar yang meski kecil tapi sudah sangat padat. Demikian pula di toko swalayan dan serba ada, biro riset Nielsen mengestimasikan penjualan mencapai $1,9 miliar atau Rp 25 triliun pada 12 bulan hingga Agustus. Berarti ada peningkatan 12 persen dibanding tahun 2012.  Seperti dilansir dari publikasi Bloomberg, secara keseluruhan, dari mulai restoran hingga supermarket, penjualan produk Halal diproyeksikan akan mencapai $20 miliar atau Rp 263 triliun tahun ini atau naik sepertiga sejak 2010, berdasarkan data dari Islamic Food and Nutrition Council of America. Lembaga ini selain memberikan sertifikasi halal di Amerika pula juga mempromosikan edukasi tentang Halal ke beberapa tempat. 

Whole Foods Market Inc., yang menjadi salah satu pioner produk Halal di Amerika menyebut produk Halal adalah kategori yang paling cepat berkembang. Perusahaan ini menyatakan mengalami peningkatan dua kali lipat di tiap-tiap tahun selama lima tahun sejak mereka melakukan promosi selama Ramadan 2011. Saat Whole Foods mempromosikan kampanye Ramadhannya, sering kali dikritik karena gagal memenuhi kebutuhan agama lain. Rick Findlay Koordinator Whole Food mengatakan perusahaan itu sebagai pembawa tren baru.

Namun melihat demografinya, bisnis Halal tak terlalu membawa risiko. Tahun lalu ada 3,3 juta Muslim di Amerika, angka itu bakal terus berkembang menjadi 8,1 juta pada 2050 -- tumbuh dua kali lipat dalam kurun waktu tersebut. Diperkirakan Muslim akan melampaui jumlah kaum Yahudi sebagai kelompok agama non-Kristen di Amerika Serikat, berdasarkan penelitian Pew Research Center. Adnan Durrani CEO American Halal Co. memperkirakan sekitar 80 persen dari konsumen yang belanja produk miliknya Saffron Road produk halal yang menjadi bintang di Whole Foods bukan konsumen yang sedang menjalankan aturan Islam. Mereka hanya orang yang suka makanan dan ingin makan makanan beku dengan kualitas yang lebih baik. 

Kini, makanan Halal sangat mudah ditemukan di Amerika baik yang dibawa pulang atau restoran. Salah satu yang berjasa memperkenalkan makanan Halal di Amerika adalah Halal Guys. Mereka memulai bisnis dari menjual makanan pinggir jalan di New York. Mereka berhasil mempopulerkan makanan Halal hingga mereka berencana untuk punya 300 restoran di Amerika pada beberapa tahun ke depan.

 "Bukan hanya warga kota New York yang Halal Guys. Bukan hanya warga Muslim yang menggemarinya. Penggemar Halal Guys adalah campuran dari berbagai budaya dan latar belakang," kata Andrew Eck Kepala Pemasaram Halal Guys.

Selain itu, restoran halal juga terus bermunculan, termasuk di ibukota Amerika, Washington DC. Rumah makan yang menawarkan menu halal kini tidak hanya didominasi oleh restoran Timur Tengah saja, tapi juga restoran Barat. Salah satunya, adalah JJ’s Cheesesteak, yang menawarkan makanan populer khas Philadelphia, negara bagian Pennsyvania. Cheesesteak adalah perpaduan daging tumis dan lelehan keju yang disajikan dengan roti panjang yang lembut yang penyajiannya mirip dengan hot dog, tapi tentunya menggunakkan daging halal.

Dengan melihat demografi penduduk, makanan halal nampak cukup menjanjikan. Hal ini berkaitan dengan jumlah muslim Amerika yang semakin bertambah. International Journal of Environmental Science and Development menyebutkan tahun 1950 jumlahnya 205.157 menjadi sekitar 7 juta pada 2010. Tahun lalu ada 3,3 juta muslim Amerika dan  angka tersebut diperkirakan bisa tumbuh menjadi 8,1 juta pada tahun 2050. (fau/Bloomberg/dbs)

 

 


Back to Top