Lindungi Pertahanan Negara, Iran Terapkan Konsep ‘Internet Halal’ dalam Lalu Lintas Komunikasi Dunia Maya

(gomuslim). Baru-baru ini, Pemerintah Iran melakukan terobosan baru di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pasalnya, kini Iran sudah memiliki “Internet Halal” dalam upaya untuk menangkal filter informasi Barat dan mempertahankan kontrol atas pengguna internet dan penyebaran informasi. Pemerintah Iran meluncurkan jaringan internet yang disponsori secara mandiri, yang dikenal secara resmi sebagai Jaringan Informasi Nasional.

Menurut pengamat setempat, intranet yang disponsori negara akan memungkinkan Teheran untuk meningkatkan kontrol terhadap pengguna internet dan penyebaran informasi. Sanam Vakil Pengelola jaringan internasional Chatham House London, Inggris mengatakan jaringan pada dasarnya merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan internet yang dikendalikan secara nasional. Menurutnya, Iran adalah negara yang memiliki sensor internet ketat, sehingga internet nasional akan menjadi cara untuk memberikan peningkatan kontrol pemerintah.

Internet yang disponsori negara ini lebih sebagai intranet, yang pada dasarnya adalah jaringan pribadi yang dikendalikan oleh sebuah organisasi, dalam hal ini adalah pemerintah Iran. Publikasi Ynet News menyebutkan dalam sistem semacam ini, semua pengguna dapat diidentifikasi dan negara dapat menentukan apa yang pengguna dapat dan tidak dapat melihat. Jenis sistem ini pun secara umum dipakai di tempat kerja dan organisasi-organisasi besar lainnya untuk mengontrol apa yang karyawan dapat dan tidak dapat mengakses.

Gabi Siboni Kepala Keamanan Siber di Institut Studi Keamanan Nasional, Universitas Tel Aviv mengatakan sistem seperti ini akan lebih berhasil, yaitu internet internal. Dengan konsep “Internet Halal” ini, Pemerintah Iran dapat lebih antisipatif terhadap infiltrasi Barat dan menjaga topik-topik pornografi di dunia maya.

Sebelumnya, dalam rangka mengembangkan konsep Internet Halal ini, Pemerintah Iran membuka melanjutkan ke mana warganya dapat pergi dan apa yang mereka katakan di Internet: melalui satu-satunya mesin pencarian Internet yang disebut Yooz yang berarti Cheetah dalam Bahasa Persia, Yooz secara resmi diluncurkan di Teheran pada pertengahan Februari oleh para pejabat Iran, termasuk Mahmoud Vaezi, Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi atau ICT.

Meski ada sensor dan pengaturan ketat atas Internet oleh pemerintah, rakyat Iran, terutama anak-anak muda, adalah pengguna Internet yang bersemangat, dan mesin-mesin pencarian dari Barat seperti Google, Bing dan Yahoo, sangat populer. Yooz secara spesifik dirancang untuk mengimbangi situs-situs itu. Para pejabat mengatakan Yooz akan melakukan pencarian sangat luas atas laman-laman Iran dan berbaha Persia dan membuat katalog informasi-informasi tersebut untuk para pengguna, agar pencarian berlangsung lebih cepat dan lebih aman, menurut Medhi Naghavi yang mengepalai Yooz.

Selain itu, seperti dilansir dari publikasi International Business Times, Naghavi mengatakan Yooz akan membantu rakyat Iran menghindari sanksi-sanksi ekonomi yang dipimpin Amerika dan memberikan akses yang baik bagi kalangan akademis terhadap dunia maya Persia. Tapi di sisi lain, Naghavi tidak mengatakan bahwa Yooz hanyalah alat terbaru bagi otoritas telekomunikasi Iran untuk menyaring materi-materi dan laman-laman yang menurut Pemerintah tidak sesuai. Lalu lintas Internet ke dan dari Iran dipantau secara ketat dan para pejabat terus memblokir laman-laman baru seiring para aktivis kebebasan berpendapat menemukan cara untuk menghindari pemblokiran.

Hal ini dilakukan khususnya dalam waktu-waktu sensitif, seperti pemilu nasional, pihak berwenang memperlambat lalu lintas Internet, membuat banyak pengguna frustrasi atau tidak dapat melakukan pekerjaan mereka yang paling mudah sekalipun.

Sebuah laporan baru dari perusahaan analis Internet baru, British Small Media, mengatakan bahwa Iran menanamkan modal tinggi untuk filternet mereka, dua kali lipat anggaran Kementerian ICT hanya dalam beberapa tahun. Laporan itu juga merinci menngkatnya jumlah laman dan aplikasi populer di Iran, seperti Instagram dan WhatsApp, yang secara agresif akan diblokir. (fau/dbs)

 

 


Back to Top