Koperasi Syariah Benteng Muda Indonesia Kembangkan Program Bedah Rumah

(gomuslim). Baru-baru ini Koperasi Syariah asal Tangerang membuat sebuah program baru yang bisa membantu masyarakat dalam berinvestasi properti lewat program bedah rumah. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop &  UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menilai program Rumah Layak Huni (RLPH) yang dikembangkan Koperasi Syariah Benteng Muda Indonesia (KS BMI) Tangerang, bisa menjadi contoh bagi koperasi lain, yaitu bagaimana memberikan manfaat sebesar-besarnya pada anggota koperasi.

Menteri Pupayoga mengatakan program bedah rumah dalam bentuk RLH ini adalah  ide yang orisinil dan bisa menjadi inspirasi best practice bagi koperasi lain dalam memberikan manfaat pada anggotanya. Apalagi Kemenkop dan UKM saat ini tengah melakukan reformasi total terhadap koperasi yaitu rehabilitas, reorientasi dan pengengambang koperasi. Selain itu, Pospayoga semakin kagum melihat kualitas rumah layak yang dibangun koperasi ini tidak sembarangan melainkan memenuhi standar international minimal yang ditetapkan UN Habitat, yakni lembaga resmi di bawah PBB.

Adapun, sejak bulan Maret 2015 hingga sekarang KS BMI telah berhasil membangun 12 RLH secara gratis bagi anggotanya, baik yang terkena bencana putting beliun, kebakaran maupun memang tidak layak huni. Pembiayaan bersumber dari sebagian provinsi 1 persen dikenakan atas pinjaman koperasi yang diberikan. Selain membangun RLH, koperasi ini juga memberikan pinjaman kepada anggota dalam rangka memperbaiki saluran air dan sanitasi.

Pospayoga menegaskan,  terkait reformasi total koperasi ini, Kemenkop dan UKM tidak membutuhkan kualitas koperasi, namun lebih menitik beratkan pada kualitas. “Biarlah koperasi jumlahnya sedikit, tapi perbanyaklah anggotanya dan semakin ditingkatkan kualitasnya. Contoh ya KS BMI ini yang jumlah anggotanya bisa mencapai 115 ribu orang, yang tersebar di empat kabupaten di Banten, yaitu Tangerang, Pandegelang, Lebak, dan Serang,” tegasnya, seperti dilansir dari publikasi Mysharing.

Selain itu, Bupati Tangerang A Zaki Iskandar  dukung  program bedah rumah yang dikembangkan KS BSMI. Zaki mengatakan bahwa di kabupaten tangerang ini ada sekitar 18 ribu rumah yang tidak layak huni, di mana 5 ribu di antaranya dalam kondisi sangat parah. Karena itu,  pihaknya harapkan para Camat di Kab Tengerang bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak khususnya KS BMI  untuk membuat semacam program bedah rumah ini.

Koperasi yang berdiri sejak tahun 2002 ini, awalnya adalah Lembaga Pembiayaan Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPP-UMKM) yang diinisiasi oleh Pemkab Tangerang. Seiring perjalanan waktu, pada tahun 2013 berubah jadi Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KPP-UMKM Syariah) dan selanjutya pada 2015 berubah nama jadi Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia dengan badan Hukum 213/PAD/M.KUKM.2/XI/2015.

Sejumlah aktivitas bidang pemberdayaan masyarakat yang cukup menonjol oleh koperasi ini berlangsung di tahun 2015 antara lain mengadakan sunatan masal sebanyak 100 anak anggota dan membantu anak-anak disabilitas, menyantuni 1.500 anak yatim, beasiswa kepada sembilan orang siswa SLTA dan Program Paket-C kepada 1.700 anak angota untuk mendapatkan ijazah setara SLTA. Pada  bidang pendidikan, Koperasi BMI telah membiayai ribuan anak anggota yang bersekolah di jenjang SLTA, pemberian bea siswa dan diklat-diklat untuk anggota dan karyawan. Sedangkan di bidang ekonomi melibatkan anggota dengan pemberian skim pembiayaan serta pelatihan bisnis. Untuk  di bidang kesehatan, Koperasi BMI berupaya melaksanakan tanggung jawab sosialnya dengan memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, antara lain pembuatan jamban bagi anggota, terutama di daerah-daerah perkotaan di wilayah Banten; sehingga kesehatan anggota meningkat. Khusus untuk pengelolaan sanitasi dan air, koperasi ini menjalin kerjasama dengan lembaga swadaya Amerika Serikat, IUWASH-USAID atau Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene, Water.org dan Kiva.Org. Hingga 2015 program ini telah merealisasikan 1.767 unit sanitasi dan air warga dari target 1.522 unit.

Tidak hanya itu, di saat  pelambatan ekonomi pada tahun 2015, Koperasi BMI mampu mengatasi kelesuan ekonomi dengan tetap melakukan ekspansi usaha, antara lain membuka dua kantor cabang di Lebak dan Pandeglang, melengkapi dua cabang yang sudah beroperasi di Tangerang dan Serang. Koperasi yang berkantor pusat di Cikupa Tangerang ini, beroperasi dengan 457 karyawan yang tersebar di 31 kantor cabang pembantu, semuanya beroperasi di Provinsi Banten dan melayani 117.891 anggota. Hingga Desember 2015 koperasi ini membukukan modal sendiri Rp.106 miliar naik 38% dibanding tahun 2014. Piutang Rp.178 miliar naik 23% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp.145 miliar, sedangkan simpanan mencapai Rp.67 miliar dan membukukan laba bersih sebesar Rp.6,6 miliar. Hingga Desember 2015 Koperasi BMI mencatat aset Rp.260 miliar, dan membayar pajak badan sebesar Rp.2,1miliar. (fau/dbs)


Back to Top