Makin Berkembang, Sekolah Islam di Denmark Sukses Berprestasi

(gomuslim). Baru-baru ini, sebuah penelitian mengatakan para siswa di sekolah swasta Islam di Denmark mencapai hasil yang lebih baik daripada rekan-rekan mereka di sekolah umum. Hal ini pun menjadi kabar gembira bagi stereotip negatif terhadap Islam di Negara tersebut.

"Banyak pendapat di luar sana yang berpikir Sekolah Islam adalah tempat di mana para murid hanya membaca Alquran, dan banyaknya prestasi para siswa sekolah Islam seakan menjawab semua anggapan tersebut. Karena itu, saya pikir para politisi dan sekolah umum di Denmark bisa belajar dari sekolah Islam yang menerapkan konsep belajar yang baik bagi para siswanya, “ jelas Nicolai Kaarsen Ekonom Senior di Kraka dan Penulis Jurnal Pendidikan TheAnalysis, seperti dilansir dari publikasi AboutIslam.

Menurut Kaarsen dengan mengacu pada penelitian Jurnal TheAnalysis, siswa dengan latar belakang non-Barat banyak menempuh pendidikan di sekolah swasta Islam, yang bahasa ibu mereka bukan bahasa Denmark. Penelitian tersebut membuktikan bahwa para siswa sekolah Islam tersebut mencapai nilai lebih baik secara signifikan dalam sembilan ujian kelas mereka yang jauh lebih baik dibandingkan para siswa dari sekolah umum.  

Jurnal TheAnalysis juga menyebutkan perbedaan antara tanda ujian akhir siswa adalah 1,4 poi dengan rata-rata 4,6 di sekolah umum dan 6,0 di sekolah swasta Islam. Siswa dari 20 sekolah swasta Islam ini  juga tampil lebih baik dalam proses belajar jangka panjang. Lebih dari 28 persen lulusan dari sekolah swasta Islam telah menyelesaikan pendidikan upper-secondary tiga tahun setelah kelas 9, dibandingkan dengan hanya 21 persen anak-anak dengan latar belakang yang sama setelah meninggalkan sekolah umum.

Analisis ini berdasarkan data dari 29.000 imigran dari 17 negara-negara non-Barat yang menyelesaikan kelas 9 antara tahun 2007 dan 2014. Dari jumlah tersebut, 1.634 orang adalah mereka yang menempuh pendidikan di sekolah Islam.

Niels Egelund, seorang Peneliti Sekolah dan Profesor Aarhus University mengatakan bahwa budaya disiplin adalah alasan utama di balik kesuksesan sekolah swasta Muslim. Katanya, ada perbedaan mendasar dalam diri masing-masing siswa, yaitu rasa saling menghormati dan rasa tenang. Karena itu, para siswa sekolah Islam cenderung mudah diatur, tidak banyak tingkah, dan tidak mengganggu dalam proses belajar bersama para guru di dalam kelas, “ jelas Niels.

Hal ini menjadi kabar gembira bagi perkembangan Islam di Denmark. Pasalnya beberapa tahun lalu, sikap intoleran terhadap warga muslim Denmark sering menghiasi berita-berita internasional. Adapun, penduduk Islam di Denmark terdiri dari kira-kira 2 persen sampai 5 persen dari jumlah penduduk Denmark. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 260.000 Muslim di Denmark dan Islam adalah agama minoritas terbesar di Denmark yang berasal dari kalangan Sunni. Awal kebangkitan Islam di Negara tersebut adalah pada tahun 1970-an Muslim tiba dari Turki, Pakistan, Maroko dan bekas Yugoslavia untuk bekerja. Selanjutnya, pada tahun 1980-an dan 90-an mayoritas pendatang Muslim merupakan pengungsi dan pencari suaka dari Iran, Irak, Somalia, dan Bosnia. Menurut Euro-Islam, diperkirakan etnis asli Denmark yang telah memeluk Islam mencapai 2.800 orang dan sekitar tujuh puluh orang etnis asli Denmark yang menjadi mualaf setiap tahun dan hali ini merupakan sebuah sinyal kebangkitan umat Islam di Denmark. (fau/dbs)


Back to Top