Program ‘Quran Braille Digital’ Bantu Penyandang Difabel Pelajari Alquran

(gomuslim). Sejak tahun lalu, bertepatan Hari Disabilitas Internasional pada tanggal 3 Desember, Pimpinan Yayasan Quran Braille Digital, Syekh Ali Jaber  menggelar acara Tabligh Akbar bersama 1200 Tunanetra di Masjid Manarul Ilmi, Kampus ITS Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, direncanakan juga akan mendapat catatan Museum Rekot Indonesia MURI.

Program yang bertemakan ‘Wakaf Sejuta Quran Braille Digital’ smerupakan suatu ajakan Syekh Ali Jaber, pada berbagai pihak, individu, pemerintahan maupun swasta untuk menghimpun donasi untuk mencetak Satu Juta mushaf Qur’an Braille Digital.

“Sebelum kegiatan ini berjalan, kami sudah mengajak serta pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, kami beberapa kali bertemu, namun hingga kini belum ada eksekusi yang pada akhirnya kami berjalan sendiri dengan dukungan individu, sebagai donatur,” ungkap Syekh Ali Jaber, seperti dilansir dari publikasi resmi AliJaberIndonesia.

Tambah Syekh Ali, dukungan Presiden dan Wakil Presiden sangat posiitif sekali efeknya terhadap program Wakaf Sejuta Qu’ran Braille Digital yang dicanangkan yayasan yang dipimpinnya ini. Bahkan ada pengusaha yang siap menjadi donatur untuk Sejuta Qu’ran Braille Digital asalkan dapat dukungan dari Presiden dan Wakil Presiden.

Adapun even di Surabaya nanti merupakan rangkaian kegiatan Yayasan Qur’an Braile Digital yang telah menggelar sejumlah acara, mulai dari pembagian di angka 10, 50, 100, 200 Qur’an Braile Digital kepada penyandang tunanetra.

Selain itu, baru-baru ini program Quran Braille meluncurkan gebrakan baru, yaitu program Alquran Braille Digital untuk para penyandang disabilitas. Menurut Syekh Ali Jaber, zaman teknologi semakin canggih, sehingga khusus untuk agama Islam, sekarang terdapat Quran Braille Digital yang memudahkan para tuna netra untuk membacanya.  Sebagai wujud peduli terhadap para difabel khususnya kaum tuna netra, yayasannya memprogramkan Quran Braille Digital.

Syekh Ali Jaber berharap semakin banyak penyandang difabel untuk belajar dan memahami isi Alquran. Menurutnya, Quran Braille Digital dibandingkan dengan Alquran braile manual jauh lebih efektif dan efisien dengan ukuran baru.

“Ini sama kelebihannya dia bisa baca angka dan ayat. Kita juga bisa menentukan dan mencari ayat yang diinginkan dan bisa membuka dan bisa  menemukan ayat dan terjemahannya. Semoga lewat program ini, semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap saudara-saudara kita penyandang disabilitas," harapnya.

Untuk mendapatkan Alquran Digital Braille ini, para penyandang tunanetra bisa mengirimkan data diri, seperti nama lengkap, nomor kartu tanda penduduk, nomor kontak, alamat lengkap, pekerjaan, serta dua lembar foto ukuran 4X6. Pengiriman bisa lewat SMS, WhatsApp, maupun email. Sementara, untuk pengiriman melalui pos, bisa ditujukan ke Jalan Jatinegara Barat Nomor 169 RT 005/03 Kelurahan Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Informasai lebih lengkap bisa diakses lewat situs: www.alijaberindonesia.com. (fau/alijbr/dbs)


Back to Top