Perkuat Pariwisata Halal, Serambi Mekkah Pamerkan Naskah Kuno di Museum

gomuslim. Berhasil menang di tiga kategori Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016 tidak membuat Aceh besar kepala. Pasalnya, pencapaian tersebut justru dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pariwisata halal di Provinsi Serambi Mekkah. Salah satunya dengan menggelar Pameran Naskah Kuno di Museum Aceh.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Museum Aceh bertempat di Kompleks Museum Aceh Jalan Sultan Alaidin Mahmudsyah, Banda Aceh membuka pameran naskah kuno warisan Intelaktual Aceh pekan lalu. Reza Fahlevi juga menjelaskan bahwa pameran naskah yang berlangsung hingga tiga bulan ini bertujuan memperkenalkan khasanah intelektual Aceh masa lalu kepada masyarakat.

“Kita harapkan dengan kegiatan ini akan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap hasil karya intelektual Aceh terdahulu dan menstimulus generasi muda untuk menggali kembali khasanah intelektual masa lalu,” kata Reza.

Menurutnya, masih banyak naskah kuno Aceh yang tersimpan di beberapa lembaga baik dalam negeri maupun luar negeri seperti di Belanda. Reza juga menambahkan museum tidak lagi hanya menjadi tempat barang antik, seperti anggapan masyarakat umumnya. Namun, museum harus terus berupaya menjadi ikon dan tempat di mana pengunjung dapat merasakan sesuatu suasana berbeda yang dan menjadi sumber ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Kepala Museum Aceh Junaidah Hasnawati melalui publikasi resmi Disbudpar Aceh menjelaskan dalam pameran yang mengangkat tema “Tempo Dulu Orang Aceh Pintar” ini akan menampilkan naskah-naskah serta manuskrip hasil karya Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, dan Nuruddin Ar-Raniry, total ada 63 buah koleksi yang dipamerkan terdiri dari 48 buah naskah, baik Alquran dan 15 buah lukisan kaligrafi. Katanya, tempo dulu orang Aceh pintar menjadi judul pameran temporer tahun ini, pengambilan tema ini, untuk menggambarkan kegemilangan Aceh tempo dulu dan tingginya peradaban dan pengetahuan yang dihasilkan orang Aceh. Lewat pameran ini, Junaidah berharap banyak masyarakat berkunjung ke museum untuk melihat karya-karya tersebut.

“Semoga Aceh baik pelajar maupun masyarakat umum mengunjungi pameran ini, dimana ada sebuah naskah yang sangat langka yang akan ditampilkan salah satunya yaitu tafsir Alquran tertua di Asia tenggara karya Abdurrauf As Singkili yang berjudul Tarjuman al Mustafid,” harap Junaidah.

Sebelumnya, Aceh menang untuk tiga kategori yang berhasil menyisihkan 117 nominasi dari 15 kategori, yakni Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik (Bandara Sultan Iskandar Muda), dan Daya Tarik Wisata Terbaik (Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh). Kemenangan ini juga berkat promosi dan sosialisasi program pariwisata halal Aceh yang meluas. Salah satunya adalah dengan promosi kampanye digital lewat branding #TheLightofAceh, #CahayaAceh, dan #PesonaAceh di media sosial. (fau/disbudparaceh)


Back to Top