Muslim New York Gelar Aksi Damai di ‘Annual United American Muslim Day Parade 2016’

gomuslim. Ratusan Muslim Amerika dari wilayah New York berkumpul pekan lalu di acara tahunan Muslim Day Parade. Aksi damai tersebut menunjukkan dedikasi mereka  kepada Allah dan Amerika. Acara dimulai di Madison Avenue dan 38th Street di mana puluhan pria, wanita dan anak-anak melakukan doa bersama. Acara yang berlangsung pada hari Minggu tersebut adalah bagi dari peringatan 31 tahun Annual United American Muslim Day Parade yang sudah rutin dilakukan di New York sejak tahun 1985.

Warga Muslim yang ikut dalam aksi bersuka cita dengan melambaikan bendera Amerika sambil menggenggam bunga. Mereka berbaris rapi menyusuri jalan utama menuju ke 24th Street. Menurut Zaki Abdul dari East Harlem kepada WNYC News, Muslim pada umumnya adalah orang-orang damai dan berperilaku sesuai ajaran agama Islam. Karena itu, kata Zaki, lewat keikutsertaan Muslim dalam parade ini, mereka ingin dilihat bahwa muslim itu damai.

Selain aksi damai, acara tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya adalah pertunjukan musik, festival makanan dan minuman halal, serta kegiatan ramah-keluarga lainnya. Acara ini juga dihadiri oleh para petugas polisi. Hal tersebut terlihat dari foto-foto anggota New York Police Department (NYPD) dan  Muslim Society yang  berbaris dan terlihat di Twitter dan Facebook berupa tampilan foto dan video.

Parade tersebut juga bertujuan bahwa Muslim New York ingin menunjukkan tidak ada kontradiksi antara menjadi Amerika yang baik dan seorang Muslim yang baik pada saat beberapa orang mengatasnamakan Islam untuk kegiatan-kegiatan negatif. Imam Shamsi Ali Pemimpin Muslim di Amerika mengatakan bahwa nilai Inheren Amerika dan nilai-nilai Islam yang sejalan. "Ini adalah tentang demokrasi,  tentang kebebasan,  tentang toleransi beragama, tentang bekerja sama dengan semua orang, karena keadilan  itu untuk semua, “ pungkas Imam Ali.

Adapun menurut Lembaga Survey Pew pada tahun 2007, dua pertiga Muslim di Amerika Serikat (AS) adalah keturunan asing. Di antara mereka telah bermigrasi ke AS sejak tahun 1990. Sedangkan sepertiga dari Muslim AS adalah penduduk asli yang beralih ke Islam, dan keturunan Afro Amerika. Pada tahun 2005, menurut New York Times, lebih banyak lagi orang dari negara-negara Muslim yang menjadi penduduk AS - hampir 96.000 - setiap tahun dibanding dua dekade sebelumnya.

Sedangkan menurut Council on American-Islamic Relations (CAIR), jemaah masjid Sunni yang diperuntukkan bagi umum di AS berasal dari latar belakang bangsa yang berbeda: Asia Selatan (33%), Afro Amerika (30%), Arab (25%), Eropa (2,1%), Amerika kulit putih (1,6%), Asia Tenggara (1,3%), Karibia (1,2%), Turki Amerika (1,1%), Iran Amerika (0,7%), dan Hispanik/Latin (0,6%).

Komunitas Muslim pertama berada di Midwest. Sebuah pusat kegiatan Islam dimulai sejak 1914 dan Cedar Rapids, Iowa, adalah rumah bagi Masjid tertua yang masih digunakan hingga sekarang. Sedangkan di New England juga telah dibuat sebuah Islamic Center yang kini menjadi kompleks Masjid besar untuk beribadah bagi para pelaku bisnis, guru, profesional, serta pedagang dan buruh. Untuk di New York, Islam telah hadir dan muncul selama lebih dari satu abad. (fau/dbs)

 


Back to Top