Wisata Sejarah Jadi Andalan Pariwisata Halal di Oman

gomuslim. Wisata halal yang sedang naik daun saat ini menjadi perhatian sektor pariwisata dunia. Salah satunya juga untuk Oman yang menjadi negara bagian dari negara Timur Tengah yang kental akan budaya Arab. Tapi ternyata hal itu tak berarti mereka cukup akrab dengan istilah halal tourism atau wisata halal. Justru baru akhir-akhir ini istilah itu menjadi populer di kalangan pelancong  asal Oman.  Kesultanan Oman menjadi salah satu tujuan wisata paling menakjubkan di kawasan Timur Tengah. karena itu negara tersebut sedang memanfaatkan potensi yang sangat besar untuk pariwisata halal, yang merupakan salah satu yang tercepat kategori pariwisata berkembang di seluruh dunia.

Banyak tujuan wisata di seluruh dunia telah mengambil langkah-langkah untuk memikat para wisatawan Muslim. Beberapa negara yang sudah mengambil langkah adalah Dubai, Malaysia, Jepang, Indonesia, dan lainnya yang melakukan branding sektor pariwisata yang mematuhi aturan Syariah. Berbeda dengan tujuan bersaing dengan atraksi buatan di wilayah tersebut, Oman memiliki keuntungan lain, yaitu lewat wisiata sejarah dengan bangunan megah dengan mempesona beserta fitur alam dan budaya Oman yang indah.

Adapun publikasi Dailymail menyebutkan salah satu kelebihan Oman adalah negara ini mempunyai lebih dari seribu mil garis pantai. Salah satu hotel dengan pemandangan pantai terbaik adalah Al Waha hotel yang berada sekitar 45 menit dari Ibukota Muscat. Wisatawan bisa bermain istana pasir dipantai, mendayung dilaut, mencari kerang dan menaiki unta yang berada di negara tersebut. Muscat sendiri merupakan sebuah kota yang kuno, namun tetap moderen dengan jalanan yang mulus serta blok perkantoran yang terlihat exclusive. Bukan hanya itu, Muscat juga merupakan salah satu kota terbesih di dunia.

Selain itu, ada juga wisata sejarah lain berupa sejarah negara Oman yang dipajang di museum Bait Al Zubair yang di dalamnya terdapat beberapa belati besar tua Oman dan perhiasan serta gaun yang dikenakan oleh suku-suku nomaden gurun pada zaman dahulu. Para wisatawan dapat melihat perpaduan dari bangunan dari jaman dahulu hingga sekarang, seperti masjid Agung yang dibangun untuk memperingati 30 tahun masa pemerintahan sang sultan.  Masjid ini dibangun dari 300.000 ton bebatuan dan pasir. Dinding ruang utama dibalut dengan marmer dan dihiasi dengan mosaik yang terlihat rumit desainnya, serta terdapat lampu gantung yang begitu megah menggantung di tengah-tengahnya, dan di salah satu dinding terdapat sebuah karpet Persia yang merupakan karper terbesar kedua di dunia.

Menurut publikasi TimesofOman, pada tahun 2010 pengeluaran yang dilakukan oleh wisatawan Oman di luar negeri meningkat 36 persen ($ 1768m) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2012 melihat peningkatan 12 persen dan tahun depan, itu lebih dari 10 persen ($ 2184m). Untuk Kesultanan Oman, negara ini butuh waktu untuk memperkuat proses mengembangkan potensi wisata halal yang efektif. Tapi, baru-baru ini, Oman memang sedang gencar dengan beberapa proyek telah dimulai dengan menganut konsep Syariah, misalnya hotel bebas alkohol. (fau/dbs)

 


Back to Top