Sekolah Imam Khatib Jadi Lembaga Pendidikan Islam Pertama di Skandinavia

gomuslim.co.id- Kawasan Eropa Utara saat ini sudah mempunyai sekolah Islam. Sekolah tersebut bernama Mina Hindholm Imam Khatib. Lembaga pendidikan Islam pertama di kawasan Skandinavia ini akan membuka pendaftaran bagi  siswa berusia minimal 18 tahun dari Denmark, Norwegia dan Swedia.

Selain itu, baru-baru ini sekolah tersebut membuka program baru berupa program asrama sekolah Teologi Islam yang juga merupakan sekolah Islam pertama di Kawasan Eropa Utara. Sekolah tersebut dikenal dengan nama sekolah Imam Khatib yang berada di kota Denmark Slagelse. Lembaga pendidikan Islam ini akan mengajarkan kurikulum nasional bersama dengan pelajaran Turki dan materi agama Islam di bidang Alquran, Hadits dan Tauhid Islam.

Kepala Asrama Sekolah Imam Khatib dalam publikasi QuranFocus mengatakan sekolah ini menjadi sekolah Islam resmi pertama di Denmark untuk siswa berusia 18 tahun ke atas. Sekolah ini adalah sekolah Islam kedua setelah Belgia yang telah memiliki 52 siswa.

Adapun Denmark adalah salah satu negeri di Eropa Utara, tepatnya di kawasan Skandinavia. Skandinavia sangat dikenal di dunia akan konsep welfare state di mana kemakmuran sangat dijaga, berdasarkan konsep keadilan sosial, salah satunya karena tingkat pajak yang tinggi. Populasi muslim di kawasan Skandinavia tidaklah sebanyak di kawasan Eropa lainnya. Pada Negara Denmark sendiri, dari total populasi sekitar 5.3 juta penduduk, jumlah kaum muslimin diperkirakan tak lebih dari 200 ribu orang. Sebagian besar di antaranya adalah imigran dari Turki, Arab, dan Pakistan, dan juga pengungsi dari Somalia dan Bosnia, khusus untuk Muslim Pakistan, mereka sangat mendominasi karena setengah dari pengemudi taksi di Kopenhagen adalah orang Pakistan.

Muslim di Denmark akan terlihat kegiatan mereka secara umum pada semarak bulan Ramadhan. Salah satunya seperti di Kopenhagen, tidak terlalu sulit menemukan puluhan muslim yang sedang menunaikan tarawih di masjid-masjid. Tapi di daerah ini Masjid belum mempunyai represntatif seperti bangunan masjid pada umumnya. Berbeda dengan negeri Skandinavia lainnya, di mana terdapat Masjid megah di Stockholm (Sweden) dan Oslo (Norway).

Sekalipun demikian, perhatian media massa setempat terhadap Muslim di Eropa ini cukup terasa. Beberapa kali DR2 (TVRI-nya Denmark) menayangkan beberapa feature tentang Islam. Salah satunya adalah tentang beberapa wanita asli Denmark yang baru saja memeluk Islam dan sedang belajar sholat dan menghafalkan Alquran. Sekalipun minoritas, kehadiran muslim, khususnya di Kopenhagen seperti di kawasan Norreport sangat terasa dan mudah menemukan ‘wajah-wajah’ muslim di negara tersebut. Dengan adanya sekolah Islam ini, komunitas Muslim di Skandinavia secara khusus dan Eropa Utara secara umum bisa terwakili hak-hak mereka dalam memperoleh pendidikan yang layak. (fau/dbs)


Back to Top