Hijaber Asal Inggris Ini Tulis Buku 'Generation M: Young Muslims Changing the World'

gomuslim.co.id- Baru-baru ini penulis asal Inggris Shelina Zahra Janmohamed meluncurkan buku terbarunya bertajuk Generation M: Young Muslims Changing the World  pada awal September lalu. Buku ini berisi pandangan Janmohamed mengenai perkembangan Islam di era milenium ini. Tampilan sampul buku yang diterbitkan oleh penerbit IB Tauris tersebut menggambarkan sisi modern kaum muda muslim baik laki-laki maupun perempuan yang terlihat enerjik dan mapan.  

Seperti dilansir dari publikasi The Guardian, Janmohamed menguraikan dalam bukunya bahwa anak muda muslim generasi masa kini bangga dengan keyakinan mereka dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik. Anak-anak muda ini konsumen yang antusias, dinamis, membaur, kreatif, dan menyukai tantangan. Lebih jauh, menurut alumni Universitas Oxford ini, generasi muda muslim tidak menggantungkan diri pada orang lain. Bahkan, generasi ini memberikan gebrakan seperti pada masa kejayaan Islam dahulu berupa  kemapanan secara ekonomi.

Janmohamed juga menceritakan tentang beberapa tahun lalu saat ia berada di sebuah toko buku. “Di dalam toko buku itu ada buku-buku tentang muslim dan kebanyakan isinya tentang riwayat kepedihan seorang wanita berkerudung dengan mata murung yang diculik dan dijual, dan tentang orang-orang yang menunggang unta di padang gurun yang jauh sekali,” ucap wanita yang pernah masuk dalam 100 wanita paling berpengaruh versi The Times dan the UK Equality and Human Rights Commission. 

Selanjutnya, Janmohamed mengungapkan bahwa pemuda Muslim meneriakan dengan suara yang lantang untuk bilang berbagai padangan buruk orang tentang Islam bukanlah sesuatu yang kami sukai, kami melakukan hal-hal yang biasa seperti yang orang lain lakukan. Dan biasanya juga mempunyai kegiatan yang menarik untuk diungkapkan, terutama saat membincangkan tentang Muslim yang sangat berharga diantara sedikit publikasi yang tersebar mengenai pengalaman menjadi Muslim ini, diluar politik dan teologi.

Adapun, ‘Generation M’ adalah Muslim Milenial, generasi global yang lahir di era 30 tahun ke belakang. Generasi M memiliki keutamaan karakteristik, yaitu mereka memegang teguh iman namun ada dalam kehidupan modern yang saling membantu, dan tentu saja tidak ada kontradiksi diantara dua hal itu. Keimanan mereka mempengaruhi segala hal, dan mereka ingin dunia mengetahui hal tersebut. "Itulah satu faktor yang akan membentuk mereka dan dunia bahwa perlu tekad untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Mereka, penggemar teknologi, memberdayakan diri, kelompok anak muda yang mempercayai bahwa identitas mereka meliputi keduanya, iman dan modernitas,” ucap Janmohamed.

Awal dari perubahan ini dilihat dari banyaknya permintaan produk halal, inilah alasan utama perkembangan bisnis pada produk makanan, fashion, kosmetik, maupun travel. Beberapa entrepreneur yang dikutip dalam buku ini adalah keluarga Radwan, yang memulai bertani organik halal di Oxfordshire, dari pengalamannya menghasilkan bir non alkohol, yaitu sektor tersebut berkembang 80% dalam kurun waktu lima tahun hingga tahun 2012. Selain itu, ada juga ekonom Shazia Saleem yang meluncurkan i-eat, perusahaan penyedia berbagai makanan siap saji yang halal, termasuk shepherd’s pie, lasagna, dan produk tersebut dipasarkan di supermarket yang cukup besar seperti Asda, Sainsbury’s dan Tesco. Tidak hanya itu, para generasi muda ini juga masuk di seluruh industri fashion Muslim terbaru, bergabung dalam online retail, video blogger, pagelaran busana, dan haute couture

Menurut Janmohamed, generasi Muslim milenia ini terbentuk dari dua kejadian yang monumental. Pertama adalah kejadian 15 tahun yang lalu, sejak 9/11 dan respons global pada ektrimis Islam dan terorisme; hal lainnya adalah internet, sehingga Generation M adalah perekat yang mengikat seluruh Muslim dan menciptakan kritik publik menjadi kekuatan yang berpengaruh global. Janmohamed juga menyoroti perempuan Muslim era kini. Menurutnya, bukannya tertindas dan takluk, perempuan Muslimah justru mengalami peningkatan pemberdayaan di bidang pendidikan, pekerjaan, kehidupan publik, perkawinan dan melahirkan anak.

"Jika kita memilih sebuah wajah yang memotret laju perubahan global, itu kemungkinan besar ketika menjadi seorang wanita Muslimah adalah bagian dari populasi terbesar, di berbagai negara perubahan ini berkembang cepat dan ampuh ke berbagai segmen kehidupan, " tambahnya. Meskipun, baru merasakan Generation M di usia 42 tahun, Janmohamed pernah masuk nominasi ajang British Muslim Award dalam banyak cara untuk mewakili wanita muda Muslimah yang ia gambarkan dalam bukunya tersebut. (iys/dbs)

 

 


Back to Top