Aplikasi Karya Mahasiswa Ini Beri Panduan Wisata Sejarah Islam Tanah Air

gomuslim.co.id- Perkembangan smartphone berbasis android yang semakin pesat menghadirkan banyak kreatifitas baru bagi anak muda Indonesia. Hal tersebut juga menyebabkan ponsel pintar berbasis android juga menyebar ke bisnis berkonsep Islam. Hal ini ditunjukan dengan semakin marak penjualan pakaian muslim yang memanfaatkan sosial media sebagai jalur sutera mereka dan aktivitas belanja online yang semakin marak dengan kehadiran situs jual beli khusus busana Muslim.
 
Bukan hanya itu, dari sisi aplikasi juga mulai banyak tersedia aplikasi muslim. Salah satu yang terhangat adalah Safari Islamic Mobile Application (SIMA) yaitu sebuah aplikasi yang diciptakan para mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta. Aplikasi ini bertujuan agar memudahkan para pengguna untuk mencari lokasi-lokasi bersejarah Islam. Selain itu, SIMA juga dibuat dengan memadukan konsep media sosial dan konsep tour guide yang ada di setiap lokasi wisata namun dikemas dalam konsep Islami.
 
Lewat aplikasi ini kelima mahasiswa yang terdiri dari Alex Gufron, Taufik Soleh, Febrica Jannah, Sarah Safitri, dan Elvira Susanti  meningkatkan pengetahuan informasi religius Islami dengan mengikuti perkembangan teknologi terkini. Mereka bukan hanya ingin memberikan informasi melalui website atau blog, tapi mereka juga menciptakan sebuah aplikasi yang mampu digunakan oleh pengguna ponsel pintar Android, agar lebih interaktif dan komunikatif.
 
Walaupun baru mencangkup daerah-daerah Jawa Barat dan sebagian wilayah Banten, namun aplikasi buatan kelima Mahasiswa ini cukup menarik dan terkonsep. Pasalnya, mereka menyediakan fitur Islamic Feed yang memberikan informasi secara faktual terkait lokasi wisata, Nearby Location untuk memudahkan para pengguna dalam mencari lokasi wisata terdekat menggunakan aplikasi peta dari Google dan juga Virtual Ziarah. Alex Gufron selaku Ketua Tim Pengembangan aplikasi mengungkapkan pembuatan aplikasi tersebut terinspirasi dari kurangnya media informasi mengenai sejarah Islam di Indonesia, serta belum terdigitalkan dalam bentuk aplikasi mobile.

 
“Kita berharap aplikasi ini akan terus menjadi daya tarik pengguna, khususnya muslim yang ingin lebih mengenal sejarah dan lokasi-lokasi wisata religius di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Alex.
 
Salah satu fitur yang menarik adalah fitur Virtual Ziarah yang dapat digunakan oleh pengguna untuk berziarah atau mengunjungi lokasi wisata Islam secara online dengan dua pilihan media, yang pertama media video dan audio slide yang memungkinkan pengguna untuk berziarah secara interaktif. Selain itu, untuk mengembangkan aplikasi ini Alex dan tim bekerja ekstra dan kilat dalam memajukan aplikasi bentukan anak negeri ini untuk dapat mencangkup daerah-daerah lain di Indonesia. Aplikasi mereka juga merupakan salah satu program kreativitas yang telah terdanai Kemenristek Dikti, finalis ajang Smart City For Smart Apps BlackBerry ITB 2015 dan juga dipamerkan dalam PIMNAS 2016 di IPB.
 
“Meski masih banyak bug dan error, tapi kita tengah bekerja lebih cepat untuk segera melakukan kelengkapan dan penyempurnaan sistem serta informasi dalam enam bulan ke depan,” ujar Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika, Universitas Esa Unggul tersebut.
 
Meski baru di unduh sekitar puluhan pengguna saja, hal ini dianggap wajar karena mereka baru merilis SIMA pada (7/08/2016) lalu. Dengan perkembangan wisata halal di Indonesia, aplikasi ini bisa menjadi panduan bagi para wisatawan yang ingin menikmati wisata religi tanah air. Informasi lebih lengkap tentang aplikasi ini bisa diakses dan diunduh di laman:https://play.google.com/store/apps/details?id=com.sima_apps.android
(ari/dbs)
 
 

 


Back to Top