Rangsang Penjualan Produk Halal, Malaysia Ciptakan Dua Logo Baru

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, dua lembaga ekonomi Malaysia telah meluncurkan logo baru untuk mempromosikan produk halal yang dibuat oleh umat Islam. Tujuan dari pembaruan logo dan kampanye pemasaran ini adalah untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dari negara serta meningkatkan pertumbuhan pembelian produk dari berbagai perusahaan di negara-negara Islam. Logo baru ini juga merupakan implementasi nyata dari sebuah perusahaan patungan Malaysia yakni Institute of International Islamic Corporation (IKIAM) dan Malaysian Rubber Industry Smallholders Development Authority (Risda).
 
Sementara itu, Logo akan dirancang dan diproduksi awal tahun depan. Kedua organisasi ini menuturkan bahwa pasar untuk produk halal dan buatan Muslim meluas secara pesat. Mereka berharap usaha mereka akan mendorong lebih banyak perusahaan Muslim tumbuh di pasar ini. “Kebutuhan logo halal antara lain adalah untuk membedakan produk yang dihasilkan oleh umat Muslim dan yang non-Muslim, sehingga pengusaha Muslim dapat ekspansi ke pasar halal secara lokal dan luar negeri, jelas Ketua Risda Zahidi Zainul Abidin. Kedua lembaga tersebut berencana untuk memasarkan logo di Malaysia dan di seluruh dunia, seperti dilaporkan Morroco News.
 
“Di tingkat regional, misalnya, sebuah perusahaan Muslim dengan 60 cabang di seluruh Cina baru-baru ini meminta Risda untuk memasok produk halal kepada mereka. Jadi, peluang bisnis halal sangat berlimpah,” sambung Zahidi.
 
Adapun, Departemen Pembangunan Islam Malaysia telah menggunakan logo halal resmi untuk produk yang diproduksi di dalam negeri. Tetapi juru bicara IKIAM mengatakan logo baru akan membantu memperjelas produk yang dibuat di pasar halal. Hal ini setelah adanya kekhawatiran beberapa perusahaan yang tidak mengikuti aturan.
 
Menurut data dari Kementerian Perdagangan dan Industri Malaysia, saat ini, hanya terdapat 11 persen dari perusahaan-perusahaan milik Muslim yang terdaftar sebagai halal compliantuntuk pasar ekspor. Pada tahun lalu, Negeri jiran Malaysia meluncurkan maskapai halal pertama. Semua makanan di Rayani Air adalah halal, sementara ada peraturan melarang mengonsumsi alkohol selama perjalanan, serta ada pembacaan doa sebelum lepas landas dan saat mendarat.
 
Seperti diketahui, saat ini terdapat sekitar 1,6 miliar Muslim di dunia dan pasar makanan halal global bernilai $ 632 juta atau 16% dari industri pangan global, angka ini berdasarkan data yang dirilis oleh Amerika Serikat Halal Association dan pasar produk syariah global bernilai lebih dari AS $ 2 triliun per tahun. Untuk Indonesia sendiri, Kementrian Perindustrian (Kemenperin) juga tengah menggalakan penyebaran produk halal hingga kancah internasional. Bahkan, Kemenperin menegaskan bahwa produk halal bukan hanya makanan saja, tapi juga produk fashion, kecantikan, serta produk konsumer lainnya juga harus melihat akspek halal. Dengan produk halal yang kini mulai dilirik oleh pasar Internasional, hal ini akan membuka peluang bisnis baru dan menjadi sarana penopang perekonomian bangsa. (ari/dbs).
 
 

 


Back to Top