Mahasiswa Universitas Islam Indonesia Angkat Pamor Kain Songket Lewat Kreasi Hijab

gomuslim.co.id- Perkembangan fashion muslim yang makin pesat membuat berbagai inovasi terus bermunculan dari para pelaku usaha di industri ini. Seperti baru-baru ini, inovasi hijab tampil dalam kreasi kain tradisional. Kain tersebut adalah kain songket yang selama ini sudah lama dikenal sebagai salah satu khasanah produk kerajinan nusantara. Kain yang memiliki motif indah dan elegan ini biasa dikenakan sebagai pelengkap busana dalam acara-acara besar, seperti upacara adat atau acara pernikahan. Tapi, seiring dengan perkembangan zaman, kain songket nampak semakin tergerus dengan perkembangan dunia fashion yang sangat pesat.

Namun, hal ini justru membuat sekelompok mahasiswa Universitas Islam Indonesia  (UII) Yogyakarta tertantang untuk mengangkat kembali pamor kain songket. Mereka mengkreasikan kain songket dalam produk fashion inovatif yang sedang digandrungi kaum hawa. Produk bernama hijab songket diamond itu memadukan hijab dengan motif songket yang khas.

Ratri Utaminingsih adalah salah seorang mahasiswa UII pencetus ide tersebut. Ratri cukup serius dalam menggarap idenya itu dengan bantuan dua orang rekan mahasiswa UII lainnya, yakni Harina Handayani dan Rosa Akhirunnisa. “Alhamdulillah sudah ada sekitar 14 motif hijab songket diamond yang sudah kita lepas ke pasaran. Respon konsumen sangat antusias karena tidak banyak jilbab yang mengangkat motif ini”, terang mahasiswa Statistika itu dalam rilis resmi UII.

Pada awalnya, Ratri mendapat ide memulai bisnis dari tugas mata kuliah yang diwajibkan dosennya. “Awalnya karena kewajiban dari dosen, namun setelah mencoba terjun dan melihat peluang pasar yang besar, saya jadi tertantang untuk serius menggelutinya," ujarnya. Bahkan untuk menunjukkan keseriusannya, Ratri juga mengikutkan bisnisnya ini ke dalam ajang program kreatifitas mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan. Karena idenya dinilai unik, timnya pun berhasil memperoleh hibah pendanaan dari Kemenristekdikti dan melaju hingga ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Salah satu poin lain yang mendorong Ratri untuk memperkenalkan hijab songket adalah keinginan untuk melestarikan dan membawa warna baru dalam aplikasi kain songket di dunia fashion. “Songket kan pada dasarnya memiliki image yang indah dan elegan. Ketika dipasangkan pada produk hijab, ini sangat pas karena semakin memberi kesan elegan pada pemakainya," katanya. Hijab songket menurutnya juga cocok ketika dipadukan dengan pakaian formal maupun kasual, khususnya pada gaya fashion yang bertemakan etnik atau tribal.

Untuk pemasaran produknya sendiri, ia mengaku fokus pada promosi di media sosial, seperti instagram. “Segmen pasar kami memang menyasar kalangan wanita muda yang aktif sehingga promosi lewat media sosial dinilai sangat tepat”, tambahnya. Satu produk hijab songketnya dijual dengan harga kisaran Rp 65.000.

Ada kisah unik yang dialami Ratri dan teman-temannya selama mempromosikan produknya. Yakni ketika mereka tampil mempresentasikan karyanya dalam ajang PKM di Jogja maupun Bogor, tidak sedikit peserta lain dan para dewan penguji yang justru kepincut membeli jilbab songket itu. “Kami membawa 100 sampel produk untuk presentasi di hadapan penguji, di akhir acara malah habis diborong para peserta dari kampus-kampus lain,"  pungkasnya. (fau/uii)

 


Back to Top