Bank Syariah Bukopin Raih Penghargaan ‘The Best Social Media Campaign Award 2016’

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, PT Bank Syariah Bukopin (BSB) meraih penghargaan; “The Best Social Media Campaign Award 2016” dari ajang Global Islamic Finance Award (GIFA)  yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan tersebut  diterima langsung oleh Direktur Utama BSB Riyanto dan juga  dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo yang bertempat di Hotel Fairmont, Jakarta.  Acara yang diselenggarakan oleh OJK dalam rangka International Conference on Islamic Finance 2016 ini membawa topik Revitalising Islamic Finance in the New Normal Era.

Kemenangan BSB terkait kinerja  hingga semester I 2016. BSB telah membukukan laba bersih senilai Rp 30, 458 miliar atau tumbuh 147,65 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Pertumbuhan laba ini didukung oleh peningkatan aset sebesar 24,39 persen atau menjadi Rp6,479 triliun, pembiayaan naik 25,88 persen menjadi Rp 4,796 triliun, dan DPK naik 28,02 persen menjadi Rp 5,199 triliun. Sementara itu BSB didukung oleh jaringan kantor sebanyak 23 outlet, 74 Kantor layanan Syariah, dan jaringan ATM yang meliputi ATM Bank.

Acara tahunan OJK ini bertujuan untuk mendorong kesiapan lembaga keuangan syariah menghadapi era ini, karena akan begitu banyak perubahan yang terjadi.

Dunia perekonomian global saat ini mulai memasuki sebuah era yang dikenal dengan era new normal, yaitu kondisi perekonomian yanag dianggap normal, karena para pelaku ekonomi terbiasa dengan adanya fluktuasi keadaan ekonomi yang naik turun. “Pada era new normal  ini perekonomian berjalan lambat, konsumen pun mengurangi belanjanya. Karenanya, industri keuangan syariah harus siap beradaptasi agar bisa bertahan dan berkembang lebih baik,” kata Wakil Ketua Komisioner OJK Rahmat Waluyanto.

Otoritas Jasa Keuangan dalam hal ini turut mengembangkan industri keuangan syariah yang mumpuni. Langkah yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia keuangan syariah, meluaskan pasar dengan mendorong produk keuangan syariah yang inovatif, meningkatkan akses ke lembaga keuangan syariah, serta memperbesar konsumen keuangan syariah. “Di masa ini penting untuk kreatif dan inovatif, bisnis model yang kreatif harus dikenalkan di pasar,” kata Rahmat menekankan.

Pembukaan konferensi ini dihadiri oleh dua narasumber utama, yakni, mantan Gubernur Bank Sentral Nigeria dan penerima Global Islamic Finance Awards 2015 Muhammad Sanusi yang berbicara mengenai Islamic Finance Development in Africa and the Impact in Islamic Finance Growth. Lalu, Gubernur Astana International Financial Center Kairat Kelimbatov yang membahas tentang Islamic Finance Development in Kazakhstan and Its Impact in Islamic Finance World. Setelah itu, diikuti opening remarks oleh Wakil Ketua Komisioner OJK Rahmat Waluyanto. (fau/bsb)


Back to Top