Presiden Jokowi: Banyak Peluang Indonesia Kembangkan Ekonomi Syariah

gomuslim.co.id– Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menghadiri acara penganugerahan Global Islamic Finance Awards “Exellence In Islamic Finance” di Hotel Fairmont, Jakarta tidak hanya datang sebagai tamu undangan. Pasalnya, Presiden RI periode kali ini tersebut juga mendapatkan sebuah penghargaan pada ajang ini. Presiden Joko Widodo berhasil meraih penghargaan untuk kategori Global Islamic Finance Leadership Awards 2016 dalam acara Global Islamic Finance Awards (GIFA). Penghargaan tersebut diberikan oleh peraih penghargaan kategori serupa pada 2015 lalu, yakni mantan Gubernur Bank Sentral Nigeria Muhammadu Sanusi.
 
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia juga memiliki peluang yang sangat besar dalam ekonomi syariah. Hal ini berkaca dari mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Muslim.
 
“Dari 252 juta penduduk Indonesia, 216 juta adalah muslim. Inilah sebuah peluang yang bisa kita manfaatkan untuk mendorong ekonomi syariah berkembang di Indonesia,” terang Presiden Jokowi dalam acara Global Islamic Finance Awards di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta, seperti dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet RI.
 
Tidak hanya itu, Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan bahwa saat ini baru 5 persen saja yang berhasil digarap di bidang ekonomi syariah. Katanya, jika dilihat dari potensi yang ada, sebetulnya masih terdapat peluang sehingga ada peluang hingga 95 persen yang masih bisa dikembangkan.
 
“Oleh sebab itu, inilah yang akan terus saya dorong. Karena kita sudah mempunyai UU Perbankan Syariah, ” tegasnya.
 
Presiden juga menyebutkan ekonomi syariah masih bisa dikembangkan karena Indonesia juga sudah mempunyai UU Sukuk, UU Asuransi Syariah dan yang baru ditandatangani, Indonesia juga sudah mempunyai KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah).
 
“Keuangan, bisnis, saya kira masih terbuka lebar. Perbankan, asuransi, pariwisata halal, industri halal, daging, kosmetik saya kira masih banyak sekali. Potensi yang ada ini saya persilakan Bapak/Ibu sekalian untuk mengambil peluang secepat-cepatnya,” tutur Jokowi.
 
Pada akhir sambutannya, Presiden mengajak penerima GIFA untuk berbagi cerita positif dan ide untuk perkembangan ekonomi syariah di kancah internasionl. “Saya harap pemenang dari GIFA tahun ini bisa berbagi pengalaman dan ide, jadilah sebuah inspirasi sehingga kita semua bisa belajar, bisa terinspirasi dengan pengalaman tersebut, dan bisa terjun ke lapangan untuk mengembangkan lebih banyak produk dan pelayanan yang juara untuk ekonomi syariah di seluruh dunia,” tutup Presiden.
 
Sementara itu, hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri PPN dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.
 
Selain itu, acara ini juga turut dihadiri Ketua Global International Finance Awards, Emir of Kano Muhammadu Sanusi II, Governor of Astana International Financial Centre (AIFC) Kairat Kelimbetov, Assistant Governor Bank Negara Malaysia Dato Bakarudin Ishak, dan para Duta Besar negara sahabat serta perwakilan organisasi lainnya.
 
Sementara itu, kegiatan ini merupakan sebuah ajang yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu alasan OJK mengadakan kegiatan ini sendiri sebagai bentuk apresiasi dalam rangka International Conference on Islamic Finance 2016. Tahun ini, OJK mengangkat topik “Revitalising Islamic Finance in the New Normal Era“. (ari/dbs)
 
 

Back to Top