Sultan Babullah Jadi Teladan Pendidikan Islam di Papua

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, Kementerian Agama Republik Indonesia Direktorat Pendidikan Agama Islam menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Acara yang diadakan di Sorong, Papua ini pesertanya adalah  para guru PAI di kawasan Indonesia Timur. Kegiatan ini merupakan upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kompetensi Guru PAI, khususnya dalam memperkuat wawasan keagamaan yang damai. Sebagaimana para penyebar Islam di kawasan Papua dan Maluku.

Pada kesempatan itu Abdul Rumkel Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, menyambut baik prakarsa Direktorat PAIS atas terselenggaranya acara ini, khususnya di wilayah Papua Barat dan Papua. “Guru harus selalu disegarkan pengetahuan dan keterampilannya dalam menghadapi tantangan global,” ujar Abdul Rumkel.  

Senada dengan hal tersebut, Unang Rahmat, Kasubdit PAI pada Sekolah Menengah Atas bertekad agar guru-guru PAI termasuk di Papua Barat dan Papua harus mendapatkan perlakuan yang sama dalam hal meningkatkan kualitas diri dengan wilayah Indonesia lainnya. Kawasan Indonesia Timur memiliki teladan dalam dakwah Islam yang damai dan toleran. Salah seorang di antaranya adalah Sultan Babullah. Sebagai Raja, Sultan Babullah sukses dalam dakwah karena pendekatannya yang mengedepankan cara-cara damai dan dialog antara Kesultanan Ternate dengan tokoh-tokoh agama lainnya.

“Karena itu, semestinya para guru PAI, khususnya di Ternate dan Papua mencontoh pendekatan dakwah Sultan Babullah, kata Pgs.Direktur Pendidikan Agama Islam Sekolah M. Nur Kholis Setiawan saat memberikan pembekalan kepada peserta workshop.

Selanjutnya, Nur Kholis mengungkapkan bahwa keberhasilan dakwah Islam Sultan Babullah tidak terlepas dari kesuksesannya dalam memadukan fiqih dan tasawwuf. Dua entitas itu menjadi penentu, karena Islam yang sampai ke negeri ini adalah Islam yang bercorak fiqih dan tasawuf. 

"Fiqih mengajarkan cara berfikir kreatif dan memberi solusi atas berbagai masalah, sementara tasawuf mengajarkan tatanan masyarakat dan harmoni sosial," jelasnya.

Literasi Muslim mengenai pendekatan dakwah Sultan Babullah, salah satunya ada dalam kitab Sulamut Taufiq yang ditulis pada sekitar abad 16 sampai 17. Kitab Fiqih bercorak sufistik ini telah diberikan syarah oleh dua ulama nusantara yaitu Syaih Nawawi Al-Bantani (Mirqatu Su'udit-Tashdiq), dan Mbah Abdul Hamid Pasuruan (Nadzam Sulamut Taufiq). Kedua ulama tersebut juga dikenal sebagai tokoh sentral dalam membangun harmoni di nusantara ini. Lebih dari itu, keduanya adalah guru bagi ulama masa kini yang terus berproses dalam tradisi belajar, mengajar, dan mengamalkan.

Belajar dari Sultan Babullah para guru pun harus senantiasa belajar, untuk kemudian mengajar dan mengamalkan.  "Guru tidak boleh berhenti untuk terus melakukan peningkatan kualitas, selalu upgrade pengetahuan, pengalaman dan keterampilannya sehingga tidak ketinggalan zaman," terang Nur Kholis.

Guru pun harus mengajarkan ilmu pengetahuan dengan kreatif dan inovatif. “Para siswa sekarang tentu saja berbeda. Sekarang sudah banyak teknologi informasi. Indonesia bahkan masuk sepuluh besar pengguna media sosial di dunia. Anak-anak kita bisa jadi fisiknya ada di Sorong, tetapi imajinasinya sedang di New York atau belahan dunia lainnya,” tandasnya

Kewajiban guru lainnya adalah mengamalkan ilmunya. Guru PAI tidak semata berada dalam level kognitif tetapi juga harus menguasai domain afeksi dan psikomotorik. Seorang pendidik dituntut menjadi uswah hasanah, role model bagi para murid bahkan masyarakatnya.

"Peran bapak dan ibu Guru PAI adalah menjadikan siswa sebagai generasi penerus ini untuk menjadi muslim yang sesungguhnya, maka, harus upgrading knowledge, menyampaikan dan mengajarkan, serta memberikan uswah hasanah atau teladan yang baik," tegas Nur Kholis. (iys/kemenag)

 

Komentar

  • oleh ruhyana

    8 Oktober 2016

    teacher supervisor

    terima kasih atas info perkembangan kegiatan pendidikan agama islam di papua, semoga saya yang akan melatih guru pendidikan agama islam di sorong papua Barat pada tanggal 12-14 Oktober 2016 dapat berkontribusi positif perkembangan pendidikan agama islam di papua.


    Reply






















Tulis Komentar

Kode Acak

*Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


Back to Top