Atlet Taekwondo Berhijab Ini Raih Emas di PON Jabar 2016

gomuslim.co.id– Berhijab tidak menjadi penghalang bagi seorang Muslimah untuk berprestasi. Hal ini terlihat dari banyaknya prestasi yang diraih seorang wanita berhijab, mulai dari prestasi di dunia perkantoran, dunia fashion,  hingga yang terhangat adalah para atlet olahraga yang berhijab.
 
Selama ini, atlet berhijab kurang mendapat tempat untuk menunjukkan eksistensi di bidang olahraga. Mereka juga kerap terganjal norma agama dalam mengembangkan kemampuan karena pakaian yang cenderung terbuka dan menampilkan lekuk tubuh mereka. Namun paradigma seperti ini lambat laun terkikis tiap kali tersiar kabar keberhasilan atlet wanita berhijab yang meraih prestasi.
 
Mulai dari atlet wanita yang berasal dari mancanegara hingga atlet lokal kini banyak menggunakan hijab. Pada ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jabar 2016 yang baru-baru ini berlangsung. Terlihat, Atlet wanita berhijab menjadi salah satu daya tarik di event olahraga tersebut. Mereka juga tetap menjalankan kewajiban seorang muslimah, yakni menutup aurat ketika bertanding dalam membela kontingen mereka masing-masing.
 
Satu dari sekian banyak atlet hijab yang berlaga di PON Jabar 2016 adalah Lia Karina Mansur. Dia merupakan seorang Atlet Taekwondo asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia membuktikan bahwa berhijab tidak menghalangi dan membatasi kemampuannya dalam cabang olahraga Taekwondo. Dara cantik asal kota Gudeg ini selain berprestasi juga tergolong sebagai atlet muda, jika diihat dari usianya yang baru mencapai 23 tahun. Awal mula dia turun ke dunia bela diri dari negara Korea ini dikarenakan memang selalu bergumul dalam atmosfer olahraga. Sang Ayah,  atlet voli sedangkan ibu adalah salah satu instruktur senam. Namun kedua orang tuanya memberi kebebasan memilih minat.
 
"Memang dari kecil udah suka olahraga, makanya ini kuliah juga milih jurusan olahraga," ujar Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.
 
Selain di ajang PON, beberapa event nasional hingga internasional pernah diiikutinya, antara lain Olympic Game Qualification, World Championship dan SEA Games. Dia juga menjuarai Bali Open International Taekwondo Tournament 2015. Pada PON 2016 ini juga jadi ajang unjuk gigi bagi dara cantik ini. Dia berhasil mempertahankan emas yang pernah dia raihnya pada PON Riau lalu. Lia mendapat emas dari kelas welter (under 67 kg) putri setelah mengalahkan atlet Nangroe Aceh Darussalam, Fadhlunna Khairunnisa.
 
Keduanya tampil hati-hati, hingga beberapa kali wasit memberi peringatan untuk menyerang. Dua poin yang didapat Lia di ronde pertama menjadi poin penting yang mengantarnya menjadi juara. Pada ronde kedua, baik Lia maupun Khairunnisa sempat terkena cedera. Namun pertandingan tetap berlanjut hingga akhir.
 
Emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 ini menjadi raihan emas keduanya sepanjang keikutsertaannya mewakili Jogjakarta. Dengan mempertahankan medali emas, Lia mempersembahkan prestasi yang membanggakan. Gadis kelahiran 2 Juli 1991 itu sempat mencoba beberapa olahraga namun passion-nya jatuh pada Taekwondo. Dengan bekal sebagai mahasiswi Pascasarjana Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta UNY, ia dapat dengan mudah mendalami setiap jurus dalam ilmu bela diri tersebut. (ari/dbs)
 
Baca juga:

Back to Top