Pede Berhijab, Kae Asima Lakoni Profesi Pemadam ‘Si Jago Merah’

gomuslim.co.id- Satu lagi wanita muslim berhijab dari Amerika Serikat yang melakoni profesi berani, yaitu pemadam kebakaran. Dialah Kae Asima, seorang ibu dengan dua anak yang merupakan anggota pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran Richmond, negara bagian Virginia, Amerika Serikat. Asima melakoni profesinya sudah bertahun-tahun dan mengaku sangat mencintai pekerjaannya yang memiliki resiko besar dan biasanya didominasi oleh para pria.

Kecintaan Asima dengan pekerjaannya ini membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa di balik keanggunannya sebagai wanita muslimah yang wajib berhijab, juga tersimpan keberanian yang luar biasa untuk menyelamatkan nyawa orang dari dengan mengatasi ‘si jago merah’. Kae Asima juga tak merasa risih dengan hijabnya yang sering dipertanyakan orang-orang apa tidak mengganggunya ketika bekerja. Asima menjelaskan bahwa ketika bekerja dia memakai hijab bahan Nomex yang tahan api.

“Saya mengerti bahwa orang-orang memiliki pertanyaan dan saya berusaha menjawab pertanyaan mereka,” kata Asima kepada ABC News.  Menurut wanita yang tinggal di kota Richmond ini, impian menjadi seorang petugas pemadam kebakaran dimulai ketika dia masih kecil.

“Aku selalu menyukai pekerjaan yang mengandalkan aksi dan saya mencintai aspek fisik dari pekerjaan,” ungkap Asima.

Meskipun menjadi satu-satunya Muslim, Asima adalah salah satu dari 36 perempuan yang menjadi petugas pemadam kebakaran di pemadam kebakaran Richmond. Penggambaran negatif media tentang Muslim membuat Asima makin bangga menampilkan pribadinya sebagai seorang muslim sambil mempertaruhkan hidupnya untuk orang lain dalam pekerjaannya.

“Orang-orang yang kami bantu ketika mereka membutuhkan bantuan tidak peduli jenis kelamin kami, mereka tidak peduli apa etnis kami, mereka tidak peduli tentang agama kami. Mereka hanya ingin tahu bahwa kami dapat melakukan pekerjaan, “ jelas Asima.

Amerika Serikat sendiri memiliki jumlah penduduk beragama Islam yang mengalami peningkatan. Bahkan, salah satu lembaga riset menyebutkan bahwa agama Islam akan menjadi agama terbesar kedua di Amerika Serikat.

Meskipun tidak ada angka resmi, Amerika Serikat diyakini menjadi rumah bagi 6 sampai 8 juta Muslim. Pew Research Center memperkirakan ada sekitar 3,3 juta Muslim dari segala usia yang tinggal di Amerika Serikat pada 2015. Ini berarti bahwa umat Islam terdiri sekitar satu persen dari total penduduk Amerika Serikat (sekitar 322 juta orang pada tahun 2015). Angka tersebut akan berlipat pada tahun 2050. Bukan hanya itu, populasi Muslim di negara tersebut berada pada kisaran usia rata-rata lebih muda daripada masyarakat umum. Jumlah yang lebih besar akan segera tiba ketika mereka mulai berkeluarga dan memiliki keturunan. Kehadiran penghargaan kepada Shahin akan semakin menegaskan eksistensi Islam di mata penduduk negara barat khususnya Amerika Serikat. (fau/dbs)

 

 


Back to Top