Mirip Taj Mahal, Masjid Ini Wujud Mimpi 40 Tahun Sang Mualaf

gomuslim.co.id- Bangunan putih mirip Masjid Taj Mahal berdiri tegak di di Jalan Danau Sunter Selatan Blok I 10 no.12 C kawasan Sunter, Jakarta. Siapa sangka bangunan Masjid Ramlie Mustofa ini adalah karya dari seorang muallaf keturunan Tionghoa. Masjid ini sedang hangat diperbincangkan kalangan pengunjung. Bagaimana tidak, bangunan masjid perpaduan tiga budaya, Tiongkok, Indonesia, dan India ini memiliki banyak keunikan.

Decak kagum melihat pemandangan bangunan yang megah nan indah disertai beberapa keunikan disana. Mulai dari tulisan aksara mandarin yang tertera di bawah plang tulisan masjid. “Namanya Masjid Ramlie Musofa, dibuat oleh seorang muallf keturunan Tionghoa. Tujuannya tentu untuk beribadah, membimbing para muallaf yang baru masuk Islam, dan sebagai tujuan wisata religi," ujar Sofyan selaku pengurus Masjid ini.

Lebih lanjut Sofyan mengungkapkan, nama Ramlie Musofa yang disematkan pada masjid ini memiliki makna tersendiri. “Tapi ejaannya bukan itu yang sebenarnya. Sementara kata ‘Musofa’, bukanlah nama lengkap dari Haji Ramlie. Musofa merupakan singkatan dari ketiga anak dari Haji Ramlie, yakni Muhammad, Sopian, dan Fabian. Jadi pendiri masjid ini tidak mau nama aslinya terungkap, takut riya,” paparnya.

Masjid bersih dengan ukiran di beberapa sisinya itu dibuat dengan perencanaan matang. Selama 40 tahun Ramlie menyimpan mimpinya. Barulah di pertengahan Mei 2016 mimpinya jadi kenyataan. “Beliau sudah ingin membangunnya sejak muda, awal tahun 1970-an,” jelas Sofyan.

Awal 2011, mimpi Ramlie terwujud. Masjid itu mulai dibangun. Sejumlah material bangunan dibawa langsung dari Turki dan Italia. Pualam licin dan bebatuan alam lainnya dibawa secara bertahap. Pembangunan Masjid seluas 2.000 meter itu membutuhkan waktu lima tahun. Masjidnya baru diresmikan pada 15 Mei 2016.

“Detailing-nya yang lama, beberapa ukiran seperti di kubahnya itu membutuhkan waktu yang lama,” terang Sofyan.

Dalam pengerjaannya, masjid yang baru dibuka sebulan lalu itu mencontoh bangunan Taj Mahal. Menurut Sofyan, keluarganya memberikan buku soal arsitektur Taj Mahal pada arsitek yang membangun masjid. “Beliau berharap masjid ini serupa Taj Mahal, tahan beratus tahun. Tapi, bukan bangunannya saja, orang-orang yang beribadah di sini juga tahan beratus tahun,” ucap Sofyan.

Saat memasuki gerbang, pemandangan arsitektur masjid yang megah dan didominasi warna putih akan membuat yang melihat terkesima. Sementara, di bagian tengahnya ada sebuah tangga yang terhubung dengan dalam masjid, serta tempat wudhu laki-laki di sisi kanan dan perempuan di sisi kiri. Ciri khas bangunan Arab-Tiongkok pun akan kembali muncul di beberapa bagian eksterior dan halaman masjid. Misalnya, terdapat penggalan ayat Alquran, yakni surat Al Qariah yang terpampang di dinding masjid bagian luar disertai tulisan Mandarin.

Sementara itu, di bagian sisi kiri dan kanan dari tangga masuk masjid juga tampak penggalan surat Al Fatihah. Tulisan tersebut pun tertulis dalam tiga aksara bahasa, yakni Mandarin, Arab dan Indonesia. Tak hanya itu, masjid Ramlie Musofa juga memfasilitasi tempat wudhu yang begitu nyaman yang tak jauh dari pintu masuk masjid. Dinding di tempat wudhu dihiasi dengan gambar langkah-langkah berwudhu yang benar mulai dari niat, doa sebelum berwudhu, tata cara hingga doa setelah wudhu.

Sedangkan di bagian luar dari lantai dua masjid dapat dijumpai bedug bertuliskan aksara Arab serta tempat untuk melihat pemandangan. Ada juga monumen prasasti yang ditandatangani oleh pemilik masjid, Haji Ramli Rasidin dan Imam Besar Masjid, Profesor Doktor Haji Nasaruddin.

Jajaran lampu pijar semakin membuat bangunan ini memperlihatkan kecantikannya ditambah lagi kubah yang bertuliskan Allah dengan tulisan Arab saat memasuki ruang salat. Memasuki pintu masjid yang berada di lantai dua, jamaah kembali melihat nama Masjid Ramlie Musofa dengan plat kuning dan di bawahnya terdapat aksara Cina.

Selain itu, setelah memasuki masjid, jamaah akan dengan mudah melihat bedug di samping kanan depan pintu, yang dikhususkan dan berukuran cukup besar yang dipukul setiap sebelum adzan. Jika hendak mengunjungi Masjid Ramlie Musofa menggunakan kendaraan bermotor, kendaraan tidak bisa parkir di dalam area parkir, akan tetapi disediakan di depan masjid. (njs/dbs)

 

 


Back to Top