Wisatawan Muslim Makin Bertambah, Pariwisata Halal Jadi Primadona di Eropa

gomuslim.co.id- Meskipun musim panas sudah berlalu, kegiatan wisata terus berjalan. Hal ini karena setiap musim menjanjikan sesuatu yang menarik dan peluang di banyak tujuan wisata di seluruh dunia. Wisatawan dari berbagai belahan dunia terus melakukan perjalanan untuk membuat mereka bersantai, menikmati waktu sendiri atau untuk belajar melalui tangan pertama tentang tempat-tempat baru dan budaya. Dengan kegiatan pariwisata yang berkembang di seluruh dunia, tren telah muncul dalam industri yang bertujuan untuk mengakomodir kepentingan dan kenyamanan meningkatnya jumlah wisatawan Muslim, yang dikenal sebagai pariwisata Halal.
 
Pariwisata halal sendiri mengacu pada kegiatan yang cocok untuk prinsip-prinsip Islam, dengan maksud melibatkan lebih banyak Muslim di industri pariwisata. Namun, karena inisiatif ini masih relatif baru, itu hanya dilaksanakan dalam beberapa bagian dunia. Bahkan, banyak penyedia wisata tampaknya memiliki ide yang terbatas atau bahkan kebingungan mengenai inisiatif untuk sektor ini. Beberapa bahkan masih berhubungan pariwisata Halal hanya untuk makanan Halal dan minuman non-alkohol. Namun dalam kenyataannya, pariwisata Halal meliputi kegiatan Halal, hotel Halal, serta bertahan di suatu tempat yang dilengkapi dengan fasilitas di mana umat Islam bisa beribadah.
 
Beberapa contoh pariwisata Halal termasuk ketersediaan tempat ibadah di pusat-pusat perbelanjaan dan fasilitas wisata utama. Seperti di Inggris, fenomena ini semakin jelas. Hal ini terlihat dari ketersediaan ruang sholat yang dapat ditemukan di Trafford Centre, Manchester Airport, Bandara Heathrow, dan tempat-tempat lainnya. Contoh lain adalah hotel yang melayani makanan halal dan memiliki kolam renang terpisah dan fasilitas spa untuk pria dan wanita. Secara bersamaan, telah ada semakin banyak penerbangan yang melayani makanan dan minuman halal, memiliki ruang sholat, mengumumkan jadwal sholat, dan menggabungkan program keagamaan ke dalam paket kegiatan pariwisata.
 
Publikasi Huffington (4/10) menyebutkan untuk mempromosikan inisiasi ini, beberapa organisasi dan operator wisata telah mengatur KTT atau konferensi tentang pariwisata Halal; misalnya, Konferensi Pariwisata Halal di Spanyol pada tahun 2014, World Halal Summit 2015 di Kuala Lumpur, Dunia Halal dan Pariwisata Summit 2015 di Abu Dhabi, dan Kongres Pariwisata Halal di Eindhoven awal tahun ini. Upaya ini telah membantu meningkatkan jumlah hotel Halal, restoran, serta paket pariwisata di banyak bagian dunia. Tidak hanya di negara-negara mayoritas Muslim seperti Turki, Malaysia, dan Indonesia, tetapi juga di negara-negara di mana Muslim adalah minoritas, seperti Spanyol dan Thailand.
 
Selain itu, tidak hanya menawarkan resor dan hotel Halal untuk mendukung pariwisata Halal, sejumlah tempat mulai mempromosikan diri mereka sebagai tujuan wisata halal. Indonesia adalah contoh utama di mana Kementerian Pariwisata telah secara resmi mengumumkan tiga provinsi sebagai tujuan wisata halal, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Selain pemandangan yang indah, tiga daerah ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi budaya Islam yang kuat dan nilai-nilai.
 
Dengan fenomena yang berkembang ini, dikombinasikan dengan meningkatnya jumlah wisatawan Muslim di seluruh dunia, beberapa negara non-Muslim juga memulai berbagai strategi untuk mendapatkan keuntungan dari inisiatif ini. Untuk di Jepang, misalnya, ruang sholat mulai disediakan di bandara utama dan beberapa restoran sekarang melayani makanan halal. Beberapa rantai restoran di Inggris, seperti KFC, Subway, dan Nandos, juga menawarkan makanan halal untuk pelanggan Muslim mereka. Sementara itu, Otoritas Pariwisata Thailand telah meluncurkan aplikasi turis Muslim yang disebut Thailand Muslim ramah. Ini dapat didownload melalui Apple Store dan Google Play untuk membantu wisatawan Muslim menemukan Halal restoran dan hotel, serta ruang doa di negara yang mereka kunjungi.
 
Pertumbuhan pariwisata Halal dapat dikaitkan dengan beberapa alasan yang jelas. Pertama, populasi Muslim di seluruh dunia tumbuh meningkatkan jumlah wisatawan Muslim, sehingga memberikan keuntungan yang cukup bagi banyak tujuan wisata. Kedua, Mohammed Battour, seorang peneliti pariwisata Halal, percaya bahwa, baru-baru ini, umat Islam telah menjadi semakin sensitif untuk mengkonsumsi makanan dan untuk menggunakan layanan yang mematuhi prinsip-prinsip Islam. Penelitiannya juga menunjukkan bahwa wisatawan Muslim menjadi lebih sadar akan memilih opsi Halal untuk kebutuhan mereka.
 
Selanjutnya, peningkatan jumlah pendapatan bagi negara-negara non-Muslim dengan turis Muslim yang berkembang meningkatkan pentingnya pariwisata Halal. Sebagai contoh, sementara mereka tidak pernah menjadi pengunjung tertinggi ke Inggris, Visit Britain melaporkan bahwa turis dari negara-negara Timur Tengah menghabiskan banyak uang di Inggris. Laporan lain juga menyatakan bahwa wisatawan dari Arab Saudi menghabiskan uang paling banyak ketika mereka sedang berlibur di luar negeri. Secara bersamaan, Euromonitor International memperkirakan bahwa penjualan makanan halal tumbuh di Eropa seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan Muslim yang bepergian ke wilayah Eropa.
 
Penting untuk dicatat bahwa pariwisata Halal tidak ditujukan untuk mengasingkan wisatawan muslim dari kegiatan wisata umum, atau sebaliknya, mengasingkan pengunjung non-Muslim dalam tujuan turis tertentu. Sebaliknya, konsep ini berusaha untuk memberikan kesempatan dan kemudahan bagi wisatawan Muslim untuk melakukan tugas keagamaan mereka saat bepergian atau menikmati waktu luang mereka. Bahkan, konsep pariwisata Halal juga bisa membantu pengunjung non-Muslim, termasuk menjaga anak-anak jauh dari alkohol ketika mereka sedang berlibur. Inisiatif pariwisata Halal juga diharapkan menjadi salah satu sarana untuk non-Muslim untuk melihat dan belajar tentang ajaran Islam yang benar. Ini berarti wisatawan Muslim dapat melakukan perjalanan dengan nyaman, sementara wisatawan non-Muslim dapat menemukan arti sebenarnya dari Islam. (ari/dbs)

Back to Top