Kembangkan Ekonomi Syariah Nasional, OJK Jalin Kerjasama dengan Kazakhstan

gomuslim.co.id– Sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK dalam pengaturan dan pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan, serta menggantikan peran Bank Indonesia dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan.

Dalam upaya pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia menandatangani perjanjian kerjasama dengan sebuah Lembaga Keuangan Astana International Financial Center (AIFC) dari Kazakhstan. Kesepakatan kerjasama ditandatangai oleh ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dengan Gubernur AIFC Kazakhstan Kairat Kelimbetov.

Dalam Memorandum of Understanding (MoU) tersebut, OJK dan AIFC bekerjasama dalam rangka pengembangan mekanisme pengawasan keuangan yang baik dan pasar keuangan konvensional maupun syariah. Misalnya dengan saling berbagi pengetahuan dan keahlian (program pengembangan kapasitas).

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto mengatakan, kerjasama dilakukan dalam pengembangan capacity building dan pasar keuangan syariah. “Kalau ada penerbitan sukuk misalnya di Astana dari perusahaan Indonesia tentu saja harus didukung regulasi. Jadi kira-kira lebih banyak bagaimana kita saling mendukung mengembangkan pasar dan instrumen penerbit masing-masing negara,” ujarnya saat ditemui di Fairmont Hotel, pekan lalu.

Penandatanganan kerjasama didahului dengan pertemuan bilateral antara OJK dan AIFC yang membahas mengenai keuangan syariah, FinTech, Inklusi Keuangan, pengembangan kapasitas serta pelatihan dan standar prudensial.

“Semoga dengan penjajakan kerjasama ini, industri syariah di Indonesia terus berkembang dan melebarkan sayapnya. Hal ini tentu saja untuk pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih baik dari sekarang,” harapnya.

Adapun, Astana International Financial Centre (AIFC) merupakan pusat keuangan untuk Asia Tengah, Kaukasus, EAEU, Timur Tengah, Cina Barat, Mongolia dan Eropa. Pusat akan terletak dalam EXPO-2017 dan didukung oleh infrastruktur modern & teknologi terbaru. Lembaga ini dibentuk pada tahun 2015 atas dasar inisiatif Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev.

“Saya menandatangani sebuah dekrit tentang pembentukan International Astana Keuangan Pusat. Ini akan didasarkan pada prinsip-prinsip hukum Inggris, rezim pajak preferensial dan lapangan keuangan independen,” kata Nursultan Nazarbayev.

AIFC beroperasi dalam rezim hukum khusus berdasarkan Common Law, yang mengatur hubungan hukum antara peserta AIFC dan pihak ketiga dan ditujukan untuk pengembangan pasar keuangan.

Selain itu, Astana International Financial (AIFC) juga dirancang supaya dapat menarik investasi asing dalam membuka sektor perbankan. Selain itu juga untuk mempermudah masuknya bisnis perusahaan asuransi dan institusi keuangan syariah ke Kazakstan. Dan terakhir untuk memikat leaders dunia jasa keuangan supaya akhirnya dapat menyokong Kazakstan membangun best practice, menciptakan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kazakstan. (njs/dbs)


Back to Top