Indonesia Segera Miliki Rumah Sakit Berkonsep Syariah

gomuslim.co.id– Restoran, hotel, dan tempat wisata sudah banyak yang menerapkan konsep Syariah. Sektor lain yang mulai menggarap kebutuhan konsumen Muslim baru-baru ini dilakukan di sektor kesehatan, yaitu berupa rumah sakit berkonsep Syariah. Hal ini terbilang baru karena kehadirannya sangat sedikit sekali di dunia, bahkan saat ini belum tersedia di Indonesia.
 
Ketua Umum Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) Masyhudi mengatakan bahwa konsep standar Rumah Sakit Syariah akan segera ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam waktu dekat. "Kami sudah berkomunikasi dengan MUI untuk penetapan standar RS Syariah ini. Insya Allah, dalam waktu dekat akan segera ditetapkan melalui Fatwa atau ketetapan lainnya," katanya saat ditemui dalam acara Pelantikan Pengurus MUKISI di RS Sari Asih Ciputat Tangerang Selatan, baru-baru ini.
 
Masyhudi menjelaskan jumlah anggota MUKISI sendiri saat ini terdiri dari 300 Rumah Sakit yang tersebar di berbagai daerah. Selain penetapan standar konsep Rumah Sakit Syariah, program utama lainnya yang ingin segera direallisasikan adalah peningkatan Mutu dan Akreditasi Rumah Sakit, dan juga menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Lebih lanjut, nantinya konsep syariah yang hendak diterapkan seperti halnya mengenai keuangan Rumah Sakit yang harus bekerjasama dengan lembaga keuangan syariah. Selain itu, proses akad perjanjian yang dilaksanakan punjuga harus mengacu pada konsep syariah.
 
Bukan hanya dua konsep tadi, proses transaksi juga harus menggunakan konsep Islam dan menggunakan obat-obatan yang bersertifikasi halal. "Kami pun membuat akreditasi untuk setiap Rumah Sakit yang merupakan anggota MUKISI untuk mendapatkan sertifikat Syariah. Namun, hal itu diberikan kepada Rumah Sakit yang telah mendapat Akreditasi nasional dari Komite Akreditasi Rumah Sakit" ujarnya.
 
Sekretarias MUKISI Burhanddin Hamid Darmaji menambahkan sisi lain dari konsep Rumah Sakit Syariah yang akan dilihat dari zakat, infaq dan sedekah yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit tersebut. Kemudian, konsep Rumah Sakit Syariah juga akan menekankan kepada pelayanan terhadap pasien dari mulai datang hingga pemberian materi spiritual atau keagamaan setiap waktunya terhadap yang dirawat.
 
"Jadi perawat juga memberikan masukan atau materi keagamaan kepada pasien, misalnya jika kesembuhan adalah milik Allah dan kita semuanya ikhtiar serta mengajak untuk selalu melakukan kegiatan kebaikan," jelasnya.
 
Burhanuddin juga menegaskan jika 80 persen RS anggota MUKISI telah bekejasama dengan Pemerintah untuk menjalankan program BPJS. Disamping itu, konsep RS Syariah pun menekankan kepada kesejahteraan pegawai mulai dari dokter hingga tenaga medis dan pekerja lainnya di RS itu. "Kita juga membuat standar agar perawat menjadi cerdas dan sejahtera," ungkapnya.
 
Sementara itu, berbicara mengenai hukum Syariah sendiri sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) baru saja men-sahkan delapan fatwa terbaru tentang keuangan berbasis Syariah. Dengan fatwa baru ini, berbagai sektor industri akan langsung sejalan dengan konsep Rumah Sakit Syariah yang tengah dipersiapkan oleh MUKISI. (ari/dbs)

Back to Top