Siti Habiba Jadi Guru Berhijab untuk Anak-Anak Suku Asmat

gomuslim.co.id- Berhasil menjadi seorang sarjana adalah impian banyak orang. Tidak banyak anak  Indonesia yang mampu melanjutkan jenjang pendidikan sampai tingkat sarjana. Namun, apa artinya jika ilmu yang telah didapat tidak memberikan manfaat untuk orang banyak. Sebagai seorang yang telah menempuh pendidikan tinggi, hanya sedikit dari mereka yang mendedikasikan dirinya untuk mengabdi. Terutama di daerah terpencil dan pedalaman nusantara.

Namanya Siti Habiba. Seorang hijaber cantik yang mengabdikan diri menjadi pengajar anak-anak Suku Asmat, Papua. Berbekal ilmu yang telah didapat selama menempuh pendidikan formal hingga sarjana, dirinya melakukan hal mengagumkan yang tidak semua orang lakukan dengan mengajarkan anak-anak pedalaman tanpa memungut biaya sepeser pun.

“Pendidikan adalah hak dasar setiap manusia. Tidak peduli seseorang memiliki latar belakang apapun. Pendidikan menjadi fondasi utama dan terpenting untuk menambah wawasan, membentuk karakter dan meningkatkan daya saing seseorang. Prinsip inilah yang selalu saya pegang betul,” ujarnya.

Cerita kehebatan Siti Habiba ini ditulis oleh pemilik akun Facebook Floribertus Rahardi. Dirinya mengisahkan pengalamannya bertemu dengan sosok Siti Habiba yang berhati lembut dan berjiwa sangat mulia itu. “Namanya Siti Habiba, S1 Universitas Musamus, Merauke. Ia juga Dan 1 Karateka Gabdian Shitoryukai,” tulis Rahardi di akun Facebook miliknya.

Rahardi menambahkan, Siti tinggal bersama suami dan keddua anaknya di Perumahan Weda Permai, Merauke, Papua. Perumahan tersebut sangat dekat dengan Kampung Asmat Sungai Weda.

Kepada Rahardi, Siti Habiba menceritakan bahwa anak-anak Suku Asmat disana tidak ada yang bersekolah. Hal demikian hanya karena mereka tidak punya akta kelahiran, yang membuat mereka tidak tertampung oleh sekolah mana pun disana. “Bu Siti ini berinisiatif sendiri. Beliau mengundang anak-anak Suku Asmat itu untuk diajari membaca, menulis dan berhitung di rumahnya yang sempit,” tulisnya.

Siti juga bercerita bahwa anak-anak disana begitu bersemangat belajar bersamanya. Namun, dirinya merasa kewalahan karena terlalu banyak anak-anak yang belajar, sebanyak 113 anak dia sendirian yang mengurus dan memberikan pendidikan dasar. “Karena beliau kewalahan, akhirnya bu Siti ini mengundurkan diri dari pekerjaan utamanya sebagai guru olahraga di sebuah SMA di Merauke,” tulisnya

Siti sendiri sejatinya adalah seorang muslimah yang taat. Dia mengajarkan membaca dan menulis kepada seluruh anak Suku Asmat meskipun mereka berbeda keyakinan agama. Semuanya diajarkan sampai bisa membaca dan menulis. Hal ini dilakukan siti atas dasar kemanusiaan dan pendidikan yang sangat penting untuk anak-anak Indonesia.

“Bu Siti berinisiatif menawarkan rumahnya untuk menjadi sekolah anak-anak. Waktunya dilaksanakan setiap hari minggu. Dan para orang tua mereka setuju untuk berkumpul di rumahnya supaya bisa belajar membaca dan menulis,” tulisnya.

Meski dengan keadaan yang seadanya dan berjuang sendirian, Siti tetap bersemangat untuk mengajarkan anak-anak hal-hal baru. Dirinya berharap pendidikan di Indonesia bisa lebih baik di masa yang akan dating. Karena melalui pendidikan, masa depan anak-anak Indonesia akan lebih cerah. (njs/dbs)

 


Back to Top