BNI Syariah Raih The Most Improved Islamic Bank 2016

gomuslim.co.id- Pada ajang 6th Global Islamic Finance Awards 2016 di Hotel Fairmont, Jakarta baru-baru ini, BNI Syariah mendapat gelar The Most Improved Islamic Bank. Keberhasilan ini tentu makin mengukuhkan sebagai bank syariah terbaik. Direktur Utama BNI Syariah, Imam T Saptono mengaku sangat bersyukur dan berpikir positif bahwa anugerah bergengsi ini makin memacu dalam memberi pelayanan terbaik.   

“Alhamdulillah, BNI Syariah kembali meraih apresiasi kinerja tahun ini. Tentu tak lepas dari dukungan seluruh stakeholder dalam memercayakan transaksi finansial di BNI Syariah. Sehingga penghargaan ini menjadi tonggak untuk terus berinovasi dalam produk dan layanan syariah sesuai kebutuhan nasabah dengan mengedepankan konsep Hasanah Lifestyle Banking,” terang Imam T Saptono.

Kemudian Imam menjelaskan mengenai Hasanah Lifestyle Banking. Yaitu, sebuah konsep one stop service banking yang menawarkan kemudahan transaksi dari mulai produk dana, pembiayaan serta layanan dan teknologi yang terintegrasi dengan BNI induk, sehingga nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi melalui kecanggihan teknologi BNI.

“Dengan tetap menjunjung semangat Hasanah di tahun 2016, kami bersyukur kinerja BNI Syariah triwulan kedua pada sisi neraca juga optimal. Sebagaimana terlihat pada pertumbuhan aset Year on Year (YoY) naik sebesar 23,12% dari Rp 20,85 Triliun pada Juni tahun lalu menjadi sebesar Rp 25,68 Triliun. Pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 13,36% dan DPK sebesar 26,05% terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode yang sama,” terang Imam.

Pertumbuhan tersebut dilakukan dengan penjagaan terhadap kualitas pembiayaan, sehingga NPF triwulan kedua 2016 tetap terjaga di level 2,80%, sehingga menjadi angka yang di bawah rata-rata industri perbankan syariah.

"Dari total pembiayaan sebesar Rp 18,98 Triliun tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer yaitu 52,96%, disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 22,78%, pembiayaan komersial sebesar 16,38%, pembiayaan mikro sebesar 5,77%, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 2,11%. Untuk pembiayaan konsumer, maka sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah, yakni sebesar 86.02%,” paparnya.

Selain itu, BNI Syariah juga mempunyai program riba amnesty. Caranya, melakukan gaya hidup Hasanah dengan menjalankan transaksi keuangan secara syariah melalui Bank-Bank Syariah sebagai penerima riba amnesty.

“Melalui program ini BNI Syariah mengajak masyarakat untuk merasakan syukurku, nikmatku dengan taubat, memohon ampunan kepada Allah Ta’ala melalui hijrah. Artinya, memilih untuk mengelola keuangan sesuai dengan prinsip syariah dan tawakal dengan berserah diri kepada Allah Ta’ala untuk meninggalkan sisa riba,” jelas Imam.

Kinerja bisnis yang baik merupakan modal yang kuat bagi BNI Syariah, sehingga walau kondisi makro ekonomi nasional belum menunjukan tanda perbaikan yang signifikan. ”Alhamdulillah, BNI Syariah melewati semester pertama di tahun 2016 dengan cukup baik. Walaupun tahun ini ekonomi masih belum menunjukan perbaikan yang cukup berarti karena masih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang melambat,” tutur Imam.

Ia menjelaskan lagi bahwa laba bersih BNI Syariah pada semester pertama 2016 mencapai Rp 145,65 Miliar, atau naik sebesar 45,73% dibanding tahun sebelumnya, yaitu Juni 2015 sebesar Rp 99,94 Miliar.

Pertumbuhan laba tersebut, menurut Imam, memiliki daya pendukung ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya. Sementara di lain sisi, hal tersebut merupakan bagian dari kontribusi komposisi rasio dana murah dan juga  efisiensi operasional yang terus membaik. (iys/dbs)


Back to Top