DagangHalal Minta Pemerintah Malaysia Peduli Ekonomi Digital UKM

gomuslim.co.id– Pasar Halal saat ini sedang menjadi buah bibir oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Kehadiran berbagai produk seperti fashion, makanan, serta agen perjalanan yang berlabel 'Halal' juga semakin menjamur.
 
Seperti di Eropa, banyak negara di benua biru tersebut yang sudah merasakan manisnya berbisnis di industri halal. Timur Tengah juga demikian, kegiatan atau wisata keagamaan seperti pergi Haji ataupun Umrah menjadi salah satu pemasukan terbesar dari negara kerajaan tersebut. Untuk di Indonesia sendiri, banyaknya perusahaan yag berasal dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai menjajakan berbagai produk seperti hijab dan busana muslim, yang pasti semakin hari semakin diminati. Belum lagi, para unit usaha skala besar dan merek fashion ternama di Indonesia juga mulai menjajakan berbagai jenis produk halal mereka.
 
Selain itu, Malaysia dengan perusahaan e-marketplace halal yang cenderung dengan Bisnis to bisnis (B2B) yakni, DagangHalal Sdn Bhd atau yang lebih dikenal dengan nama DagangHalal.com berharap pemerintah akan membantu memberikan insentif lebih terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjual produk berlabel halal untuk merangkul mereka dalam upaya pemanfaatan ekonomi digital di tahun 2017 mendatang. 
 
CEO DagangHalal Mohamed Hazli Mohmed Hussain menegaskan bahwa ekonomi digital merupkan sebuah pilar bisnis utama ditengah persaingan pasar global yang semakin sengit. "Tidaklah cukup kalau hanya memiliki bakat dan semangat jika kita ingin sukses di era ekonomi digital. Kita perlu mendukung perhitungan risiko dengan mengambil dan merangkul ekonomi digital karena ini merupakan pilar bisnis utama di tengah pasar global yang kompetitif dan tidak pasti. Dengan miliaran orang yang mengunjungi situs kita secara online, itu akan menjadi sebuah tantangan yang lebih penting untuk inovasi, daya saing dan pertumbuhan," jelas Mohamed Hazli.
 
Dilaporkan NewStraitTimes (4/10), Mohamed Hazli mengatakan bahwa Malaysia telah membangun platform yang baik bagi pengusaha teknologi, seperti infrastruktur dan inisiatif pemerintah untuk mempercepat pembangunan. Negara telah membantu untuk mengembangkan ekosistem yang ideal untuk mendukung kewirausahaan dan pola pikir kewirausahaan.
 
"Meskipun infrastruktur berada di tempat yang tepat untuk keberhasilan pembangun ekonomi digital, para pelaku tidak cukup jika hanya memanfaatkan hal ini untuk memajukan bisnis mereka. Ketika memutuskan untuk mengambil bisnis online, pengetahuan tentang bagaimana menjalankan ekonomi digital adalah penting. UKM Malaysia kekurangan kunci untuk mengetahui bagaimana teknologi dan keterampilan bisa sejalan dan karena itu menghadapi biaya tinggi jika mereka memilih untuk memasuki ekonomi digital," katanya.
 
Lebih lanjut, Mohamed Hazli mengatakan aspek lain adalah dalam hal pendanaan atau pembiayaan yang tetap menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan ekonomi digital di Malaysia. Berkaca dari hal tersebut, Ia berharap upaya pemerintah dalam program The forthcoming Budget 2017 Malaysia harus benar-benar dialamatkan untuk para UKM yang mulai bertransformasi ke ekonomi digital. (ari/dbs)

Back to Top