Pariwisata Halal Makin Unggul di UEA

gomuslim.co.id– Bisnis perjalanan wisata memang tidak lekang oleh waktu. Hal ini karena setiap musim menjanjikan sesuatu yang menarik dan peluang di banyak tujuan wisata di seluruh dunia. Wisatawan dari berbagai belahan dunia terus melakukan perjalanan untuk memberikan waktu bagi mereka untuk bersantai, menikmati waktu sendiri atau untuk bertemu orang asli tentang tempat-tempat baru dan budaya yang mereka kunjungi.
 
Untuk Wisata halal sendiri, memang tengah menjadi buah bibir dan tengah berkembang di berbagai belahan dunia manapun. Hal ini juga coba dimanfaatkan oleh Dinas pariwisata di setiap negara untuk mendapatkan pemasukan baru sekaligus jadi penggerak ekonomi di negara tersebut.
 
Tren ini juga terlihat di Uni Emirat Arab (UEA), total pengeluaran pariwisata halal di UAE diproyeksikan meningkat sebesar 4,4% pada 2016, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Dubai  Chamber of Commerce and Industry (DCCI). Bukan hanya itu, pengeluaran perjalanan keluar setiap keluarga dari warga Emirat juga akan meningkat sebesar 3,6% tahun ini, laporan tersebut mengungkapkan.
 
Rincian dari temuan penelitian ini datang menjelang perhelatan Global Islamic Economy Summit yang ketiga, yang akan diselenggarakan di Dubai pada tanggal 11 dan 12 Oktober tahun ini. Perhelatan Summit ini akan melihat dampak pariwisata keluarga sebagai aspek penting dari ekonomi Islam. UEA sendiri dianggap sebagai salah satu destinasi terbaik dan negara tujuan utama bagi wisata keluarga- istilah umum yang digunakan untuk merujuk pada wisata berkonsep Syariah atau persembahan wisata halal, seperti dilaporkan TravelDailyMedia (4/10).
 
Sementara itu, Global Muslim Travel Index (GMTI) pada tahun 2016 ini merilis peringkat UEA yang berada di posisi kedua di dunia dalam hal perjalanan keramahan Muslim, tepat dibelakang Malaysia, hasil ini merupakan kenaikan dari satu tempat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laporan itu mengatakan para ahli industri berharap para keluarga pelancong yang berasal dari benua Eropa dan Amerika yang mencari pengalaman budaya dan fasilitas ramah-Muslim untuk semakin menargetkan UEA, Maroko, dan tujuan wista di Asia lainnya seperti Malaysia, Indonesia, India dan Filipina pada tahun 2016, sementara kunjungan ke Turki diperkirakan akan menurun, terseret oleh ketidakstabilan di Negeri Dua Benua tersebut.
 
Lebih lanjut, perusahaan travel spesialisasi Halal yang berbasis di Singapura Crescentrating, memperkirakan bahwa wisatawan Muslim global akan menghabiskan uang dalam jumlah besar yang mencapai $ 200 miliar pada 2020, didorong oleh pertumbuhan jumlah wisatawan Muslim dari saat ini yang berjumlah 117 juta menjadi sekitar 168 juta wisatawan di seluruh dunia pada tahun 2020. 
 
Sedangkan studi DCCI, mengidentifikasi empat faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini di perjalanan keluarga, mulai dari pertumbuhan penduduk di atas rata-rata di negara-negara mayoritas Muslim, dan kinerja ekonomi yang sehat dari komunitas Muslim, dengan meningkatkan akses ke informasi wisata dan meningkatkan ketersediaan jasa perjalanan dan fasilitas yang ramah muslim. Laporan itu juga mengungkapkan bahwa lima negara di Timur Tengah yakni Arab Saudi, UEA, Kuwait, Iran, dan Qatar akan menyerap pemasukan di atas 30% persen dari total belanja umat Muslim dalam hal wisata. (ari/dbs)
 
 

Back to Top