Kini Guru Agama Islam Wajib Ikuti Pendidikan Profesi Guru

gomuslim.co.id- Guru Agama menjadi sebuah pekerjaan mulia. Selain mencari pahala dari pekerjaanya ini, guru Agama juga berperan penting dalam membangun akhlak berbudi pekerti luhur dengan norma agama bagi para muridnya.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan guru-guru baru yang belum mengajar tidak perlu lagi untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG). Akan tetapi, semua wajib mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pra Jabatan. "Saya rencanakan tahun 2017 sudah mulai jadi untuk untuk guru agama, kita mulai pelaksanaan dulu di fakultas untuk calon-calon guru. Untuk guru-guru yang sudah pernah mengajar itu mengikuti PLPG," kata Kamaruddin saat memberikan arahan dan membuka acara Koordinasi Pelaksanaan Program Sertifikasi Guru Madrasah di Bogor beberapa hari lalu.
 
Menurutnya, ke depan yang menjadi guru itu tidak hanya lulusan tarbiyah, tetapi juga berasal dari fakultas-fakultas non tarbiyah, seperti lulusan Fakultas Ushuluddin, Dakwah, Adab itu juga bisa menjadi guru. Namun, tetap harus mengikuti PPG terlebih dahulu dan  harus mengikuti training di tarbiyah.
 
"Jadi tarbiyah tidak perlu juga merasa kaplingnya diambil, tetapi seluruh fakultas mengikuti pelatihan intensif PPG sekitar 6 bulan sampai setahun untuk bisa mendapatkan ilmu pedagogik di tarbiyah, tetapi kontennya fakultas-fakultas lain," kata Dirjen seperti dilansir dari publikasi resmi Kementrian Agama, (5/10).
 
Dirjen juga berujar, Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2016 ini tidak hanya diperuntukan bagi guru umum saja, melainkan guru agama juga harus mendapatkan sertifikasi tersebut pada tahun ini. "Kita lihat dan secepatnya kita putuskan berapa kuota berapa guru umum, berapa guru agama. Kita akan berkoordinasi dengan kementerian terkait akan hal ini," imbuhnya.
 
Kamaruddin Amin mengatakan mereka telah memiliki rencana untuk melakukan reformasi LPTK. Menurutnya, ini juga penting untuk diketahui. Rencana desain LPTK yang sedang mereka kerjakan tersebut adalah cikal bakal pelaksanaan PLPG. "Jadi PLPG ini untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban kita ini," jelas Dirjen.
 
Dirjen menambahkan, saat dirinya melakukan kunjungan ke negara negara Skandinavia beberapa waktu lalu, ternyata di Denmark, Finlandia, dan Norwegia, yang namanya guru itu mempunyai dua keahlian yang berimbang antara pengetahuan tentang materinya dengan pengetahuan pedagoginya (gaya mengajar yang dimiliki seorang guru), dan itu dibuktikan dengan sertifikat dan pelatihan-pelatihan yang intensif.
 
"Nah ini yang menjadi kelemahan mendasar, guru-guru kita yang berada di Madrasah itu khusunya guru-guru agama kita itu, penguasaan kontennya, penguasaan materinya itu lemah sekali. Karena di tarbiyah itu diseluruh Indonesia design kurikulumnya lebih pada pedagogignya tetapi penguasaan materinya lemah," ucap Dirjen.
 
Ia menambahkan, selama ini desain fakultas tarbiyah tersebut memang lebih pada pedagogignya, namun tidak pada kontennya. Padahal untuk menjadi guru itu harus menguasai materi juga, harus menguasai ilmunya, kalau hanya menguasai pedagoginya tidak bisa mentranfer ilmu yang mereka miliki secara maksimal.
 
"Jadi kedua duanya harus seimbang, antara kompetensi pedagogig dengan penguasaan materi itu harus seimbang dan itu harus disempurnakan melalui PPG yang akan dilaksanakan pada saat yang akan datang," tambahnya.
 
Untuk fakultas tarbiyah misalnya, yang pedagoginya kuat harus ditambah materi pelajarannya, dan kurikulum tarbiyah akan mereka ubah. "Kita akan lakukan review kurikulum secara fundamental untuk mencetak guru yang menguasai atau kapasitas bidang materi dan juga pedagogig,"tuturnya. Selanjutnya, terang Dirjen, Fakultas Tarbiyah nantinya akan diisi oleh mahasiswa-mahasiswa yang tidak seperti sekarang, yang mana sarjana pendidikan bisa langsung menjadi seorang guru, tetapi mereka wajib mengikuti pelatihan lagi yang kemudian ketika diwisuda langsung sudah mempunyai sertifikat pendidik.
 
"Jadi sama dengan dokter, kalau dokter itu nanti mencetak sarjana kedokteran kemudian mengikuti koas lagi untuk bisa menjadi dokter, jadi dokter itu profesi, sama dengan guru, guru itu juga profesi," ucap Dirjen.
 
Selama ini, seorang guru menjadi profesional itu setelah mengikuti PLPG selama 7 hari, padahal itu sangat tidak cukup. Karena itu, nanti ke depannya harus ada reformasi dan mulai tahun 2017 akan diupayakan peraturan ini aktif. (ari/dbs)

Back to Top