Begini Eksistensi Global Halal Centre Jadikan Kota Hujan Ikon Halal Nusantara

gomuslim.co.id- Sejak tahun 2014, sebuah Pusat Kajian Halal dibangun di Kota Hujan. Hal ini meneguhkan Kota Bogor sebagai kota yang ramah terhadap makanan halal. Bernama Global Halal Centre (GHC), pusat kajian ini yang merupakan bagian dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia LPPOM MUI (LPPOM-MUI).  Dengan keberadaan gedung GHC yang kini sudah berusia sekitar dua tahun, program “Bogor Kota Halal” semakin menjadi kenyataan.

Pusat riset yang keberadaannya ditunggu MUI selama 25 tahun terakhir itu beralamat di kawasan Air Mancur, Jalan Pemuda, Kota Bogor, Jawa Barat. Gedung yang dibangun dengan nuansa putih hijau dan sentuhan tropis ini berada di lokasi strategis, berdekatan dengan Kebun Raya Bogor ke arah Gedung Olah Raga (GOR) Pajajaran. Nuansa hijau pada gedung yang dibangun bergaya tropis-modern itu sepadan dengan julukan Bogor sebagai ‘Kota Hujan’. Selain itu, warna hijau juga menyimbolkan unsur Islam dan produk halal.

Selain itu, produk halal kini sedang menjadi perhatian yang sangat besar bagi masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari semakin tingginya sensitifitas masyarakat terhadap perkembangan informasi yang berkaitan dengan produk halal, terutama arus informasi terkait peredaran produk pangan yang diduga haram, atau simpang siur status kehalalannya yang seringkali beredar luas di masyarakat.

Sejarah LPPOM MUI juga dibentuk atas dasar sensitifitas masyarakat tersebut. Pada tahun 1988 saat merebak isu lemak babi pada produk pangan, terjadi kepanikan masyarakat Muslim Indonesia sehingga melakukan pemboikotan atas semua produk pangan yang diduga mengandung lemak babi. Saat itu perdagangan produk pangan yang diduga mengandung lemak babi turun drastis hingga mencapai 75%.

Untuk merespon isu tersebut, pemerintah kemudian meminta MUI untuk membantu meredam keresahan masyarakat dan memulihkan iklim usaha yang dkhawatirkan mengganggu stabilitas perekonomian nasional. Karena itu pada 6 Januari 1989, MUI membentuk lembaga khusus yang melakukan pemeriksaan dalam proses sertifikasi halal, yang kini dikenal dengan nama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika, atau LPPOM MUI.

Tapi di sisi lain, LPPOM tersebut belum memiliki gedung sendiri selama kurang lebih 25 tahun kemudian. Oleh karena itu keberadaan gedung Bogor Halal Center yang menjadi kantor LPPOM MUI ini menjadi angin segar bagi penjaminan peredaran produk halal di Indonesia. Selain itu keberadaan GHC ini sekaligus diharapkan dapat menjadikan kota Bogor sebagai referensi halal di tanah air.

Direktur LPPOM-MUI Lukmanul Hakim dalam publikasi resminya mengatakan keberadaan Global Halal Center kini dikenal sebagai pusat halal dunia sesuai dengan yang dicanangkan bersama tim kerjanya.  

“Itikad kota Bogor menjadikan pusat referensi halal dunia, karena sejarah panjang keberadaan proses sertifikasi halal oleh LPPOM MUI di Indonesia berawal dari Bogor. Insya Allah Kota Bogor mendunia, kalau mau mencari tahu soal halal, ke Bogor saja. Kita jadikan Bogor sebagai pusat referensi halal dunia,” pungkas Lukman.

Selain itu, Lukman juga mengungkapkan sudah dua kali pertemuan World Halal Food Council (WHFC), organisasi lembaga-lembaga sertifikasi halal negara-negara di dunia berkumpul di Bogor. Eksistensi GHC, tambah Lukman, berusaha menjadikan Kota Bogor sebagai perubahan di dunia  dalam pusat kehalalan pangan dan produk.

Saat ini, sekitar 80 % auditor di Global Halal Centre adalah Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). Tidak hanya itu, lebih dari 270 ribu produk telah disertifikasi oleh Global Halal Centre dan lembaga ini telah menerbitkan tujuh buku referensi standar rujukan kehalalan yang di keluarkan MUI dan telah banyak digunakan oleh negara-negara lain. Lukman juga memaparkan bila Standard Halal yang digunakan oleh LPPOM MUI kini juga menjadi rujukan dan standard lembaga-lembaga halal di berbagai negara di dunia. Informasi lebih lanjut tentang GHC bisa diakses di laman resmi Halal MUI: www.halalmui.org. (fau/mui)

 

 


Back to Top