Inilah Tim Sepak Bola Hijaber Pertama di Ajang Women’s World Cup 2016

gomuslim.co.id- Setelah usai Olimpiade Rio 2016 yang menampilkan beberapa atlet berhijab, baru-baru ini, sebuah pertandingan sepak bola yang berkesan terjadi pada pembukaan U17 Women’s World Cup di Amman. Pada pertandingan piala dunia tersebut, tuan rumah Yordania dengan tim sepak bola remaja putri berhasil mengalahkan tim Spanyol. Terlepas dari euforia kemenangan tersebut, tim Yordania menjadi istimewa karena memiliki pemain yang berhijab. Hal ini menjadi kabar gembira, karena lewat pertandingan tersebut hijab semakin mendunia.

Sebelumnya, dunia olahraga pernah mempunyai regulasi tentang larangan resmi pada hiab di pertandingan internasional pada tahun 2007. Saat itu, FIFA mengutip alasan medis untuk larangan tersebut. Beberapa pihak berspekulasi alasan tertulis untuk larangan itu untuk mencegah simbol-simbol agama atau politik yang hadir di lapangan. Hal ini akan menjadi aneh mengingat kebebasan pemain Muslim dan Non Islam yang berdoa sebelum pertandingan atau menggunakkan atribut keagamaan seperti kalung dan lain-lain malah diperbolehkan.  Lebih penting lagi, gagasan bahwa hijab adalah simbol inheren politik sangat cacat dan sering digunakan sebagai dalih untuk mengecualikan atau menargetkan Muslim.

Pada tahun 2012 Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional, badan yang mengatur aturan FIFA, sebagai mendukung memungkinkan pengujian pada penutup kepala dalam pandangan memeriksa apakah para atlet yang berhijab ini aman untuk bermain. Akhirnya pada tahun 2014, larangan itu lebih komprehensif diangkat FIFA yang memutuskan hijab itu aman untuk bermain di lapangan olahraga.

Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke dalam publikasi MvslimDailylife mengatakan bahwa FIFA kini sudah memberikan izin untuk para atlet wanita menutup kepala mereka atau untuk Muslimah biasa disebut hijab.

Saat larangan itu menjadi sorotan dunia,  pada tahun 2011 tim sepak bola putri Iran, menjadi paling terkenal karena semua pemainnya mengenakan hijab. Meski waktu itu dilarang, saat pertandingan didiskualifikasi saat Olimpiade tahun 2012 saat sebelum kick-off. Foto-foto mereka menunjukkan beberapa tim Iran menangis karena keputusan tersebut

Selain itu, pada tingkat yang lebih umum, FIFA diharapkaan mampu menyadari kekebasan berekspresi lewat nilai-nilai agama yang dianut maisng-masing orang. Seperti dikatakan seorang atlet sepak bole berhijab ini yang tetap percaya diri dengan pilihannya menutup aurat selama pertandingan berlangsung. Dia adalah Rand Albustanji, kiper tim dan pernah menjadi pemain sepak bola di beberapa pertandingan.

"Hijab ini adalah simbol untuk saya bisa membuat orang tua dan pelatih saya bangga setelah menginvestasikan waktu dan energi mereka untuk saya.  Karena itu, saya akan bertanggung jawab terhadap hidup saya lewat prestasi, “ pungkas Rand yang sudah belajar sepak bola sejak berusia sembilan tahun ini. (fau/mvslim)

 


Back to Top